SERANG, bantenhariini.com – Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ) Rangkasbitung memanfaatkan limbah pabrik di Cisoka-Tanggerang menjadi kreasi sandal warna-warni yang menarik.
Ide memanfaatkan limbah itu berasal dari seorang gelandangan yang bermain ke Saung KPJ Rangkasbitung, yang biasa disapa si Batak. Yang awalnya berencana menjual sandal itu dari kawan ke kawan saja, namun kemudian dijual untuk umum.
Seperti halnya Frangky, salah satu anggota KPJ Rangkasbitung yang menjual sandal kreasinya ke Rumah Pedesaan Gol A Gong, Rumah Dunia, Serang, (14/10/2017). Harga sandal tersebut dibandol dengan harga Rp 20.000 per pasang.
“Sebenarnya sandal-sandal ini baru produksi sekitar tiga Minggu lalu, namun ada beberapa yang merespon, kemudian dijual untuk umum, kemarin juga dari Nurul Fikri pesan,” kata Frengky.
Keuntungan dari penujualan sandal tersebut dikatakan Frangky akan dikumpulkan untuk acara Malam Minggu Bareng Komunitas (MMBK) yang bertempat di Rangkasbitung, Tanggerang. Selain itu, untuk mempersiapkan hari jadi KPJ yang ke-21 tahun, pada 26 Desember 2017 mendatang.
“Ya, kalau masalah keuntungan mah enggak seberapa, tapi kami lebih prioritaskan kepada pemanfaatan limbah menjadi suatu kerajinan yang menghasilkan, serta untuk melancarkan acara MMBK dan Anniversary KPJ,” ungkapnya.
Frangki berharap, dengan adanya kerajinan kreatif sandal ini, kedepannya bisa meminimalisir jumlah pengangguran yang hidup di jalanan.
“Semoga dengan adanya kerajinan kreatif sandal ini bisa mengurangi pengangguran yang setidaknya hidup di jalan, ide kreatif ini akan berkembang, selain sandal, kami juga punya rencana membuat topi dan kaos,” pungkas Frengky.
Editor: Wayang

0 Comments