TANGERANG, bantenhariini.com – Bangunan sekolah PGRI 2 di Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, kondisinya memprihatinkan. Seperti dindingnnya banyak yang retak dan toilet siswa yang hancur.
Pihak sekolah mengakui bahwa fasilitas pendidikannya minim bantuan. Baik itu dari pemerintah setempat maupun lingkungan sekitar. Sebab itu pihaknya berharap dari Forum Alumni SMP PGRI 2 bisa menjebatani masalah ini. “Siapa lagi kalau bukan mereka,” kata Kepala SMP PGRI 2 Pinang Syahroni, kepada bantenhariini.com, Senin (9/10/2017).
Syahroni menceritakan, bahwa setiap tahun ajaran baru, calon siswa selalu menurun. Itu Karena fasilitas sekolah masih banyak yang kurang. Sehingga peminatnya terus menurun. Saat ini bangunan hanya memiliki 5 ruang kelas. Bangunan itu dimanfaatkan untuk sekolah SMP dan SMK secara bergantian.
Syamsudin Efendi, alumni SMP PRGI 2 Pinang mengakui hal sama terkait ketertinggalan lokasi tempat menimba ilmunya itu. Dirinya berharap adanya wadah alumni ini bisa memajukan bekas sekolahnya.
Menurutnya, tidak seharusnya fasilitas sekolah di Kecamatan Pinang masih tertinggal. Apalagi Pemerintah Kota Tangerang sangat konsen terhadap dunia pendidikan di wilayahnya. Pihaknya berharap dengan terbentuknya alumni 4 bulan lalu itu bisa membantu yang dibutuhkan sekolah.
Ketua Alumni 88 SMP PGRI 2 Pinang Tony Babeh mengatakan, bahwa terbentuknya wadah alumni ini lantaran keperihatinan sekolah yang tertinggal. Wadah ini akan aktif dalam berbagai kegiatan sosial lainnya. “Tidak hanya santuan, tetapi lainnya,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Walikota Tangerang Sachrudin yang kebetulan hadir dalam santunan anak yatim yang digelar Alumni 88 PGRI 2 Pinang, Minggu (8/10/2017), mengharapakan kepedulian para alumni ini dan lingkungan sekitar untuk kemajuan sekolah di wilayahnya. Menurutnya, kemajuan sekolah karena adanya kepedulian masyarakatnya. “Tanggungjawab ini tidak hanya mengandalkan pemerintah tapi swasata juga,” katanya.
Sementara, Syamsudin Efendi, yang juga Ketua Panitia Santunan Alumni 88 SMP PGRI 2 Pinang mengatakan, sebanyak 51 anak yang diberi santunan oleh alumni. Mereka mendapatkan uang dan sembako. Pihaknya berharap dari anak yatim itu bisa dijadikan anak angkat oleh anggota alumni atau oleh yang lain. (Setia)
Editor: Wayang

0 Comments