Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga


Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Kamis (2/7/2026) pukul 16.30 WIB. Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam rilis resmi Badan Geologi, peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau ditandai dengan bertambahnya emisi gas sulfur dioksida (SO₂), munculnya anomali panas, hingga titik api di kawah yang terpantau sejak awal Juni 2026.

Kondisi tersebut kemudian diikuti peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik dangkal yang mengindikasikan adanya pergerakan magma menuju permukaan.Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal menjadi salah satu indikator utama yang mendasari kenaikan status Gunung Anak Krakatau.

“Peningkatan gempa yang berasosiasi dengan gempa vulkanik dangkal mengindikasikan adanya dinamika magma Gunungapi Anak Krakatau di bagian permukaan,” ujar Lana Saria dalam rilis resmi Badan Geologi.Selama periode 16 Juni hingga 2 Juli 2026, Badan Geologi mencatat 740 gempa hembusan, 520 gempa hybrid/fase banyak, 247 gempa low frequency, 24 gempa harmonik, 16 gempa tremor menerus, serta sejumlah gempa vulkanik dan tektonik lainnya.

Sementara itu, hasil pemantauan deformasi memperlihatkan Stasiun Tiltmeter Tanjung mengalami kecenderungan inflasi dalam skala rendah yang mengindikasikan masih adanya suplai magma di bawah permukaan.Erupsi Jadi Dasar Kenaikan Status Peningkatan aktivitas tersebut mencapai puncaknya ketika Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Kamis (2/7/2026) pukul 14.05 WIB.

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *