Program Serang Mengaji Berdampak Positif, Satgas Klaim Budaya ‘Perang Sarung’ Hilang


SERANG, Bantenhariini.id – Program prioritas Serang Mengaji yang dicetuskan Walikota Serang Budi Rustandi tidak hanya berhasil mencetak generasi yang lancar membaca Al-Qur’an, namun juga memberikan dampak positif luar biasa terhadap perubahan perilaku dan moral siswa.

‎Salah satu bukti nyata adalah hilangnya tradisi ‘perang sarung’ yang biasa terjadi di kalangan pelajar saat bulan Ramadhan.

‎Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Satgas Serang Mengaji, KH. Enting Abdul Karim, usai melakukan monitoring dan tes kemampuan baca Al-Qur’an di SDN 21 Kota Serang, Jumat, 24 April 2026.

‎”Terima kasih kepada Bapak Walikota dan Bapak Kadindik yang terus memfasilitasi dan berkolaborasi dengan kami untuk pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di lingkungan pendidikan,” ujarnya.

‎Ia menyampaikan terima kasih kepada Walikota Budi Rustandi serta Kepala Dindikbud yang terus memfasilitasi dan berkolaborasi, untuk pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di lingkungan pendidikan mulai dari jenjang PAUD sampai SMP.

‎KH. Enting mengaku bersyukur melihat hasil yang dicapai di lokasi yang dikunjunginya hari ini. Tim Satgas yang telah bekerja sejak sebelum bulan Ramadhan merasa hasil kerja kerasnya terbayar lunas.

‎”Alhamdulillah, hari ini kita datang ke SDN 21 Kota Serang dan ternyata di sini semua siswa kelas 6 sudah 100 persen bisa baca Al-Qur’an. Ini satu kesyukuran bagi kita bersama,” ucap KH. Enting.

‎Dalam paparannya, Enting menyoroti satu perubahan besar yang terjadi tanpa disangka-sangka namun sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program pendidikan agama ini ternyata mampu mengubah kebiasaan buruk anak-anak.

‎”Ada satu hal yang kadang-kadang tanpa dirasa oleh kita, efek dari program Serang Mengaji ini sangat besar. Pada bulan Ramadhan kemarin, yang biasa anak-anak sekolah ada budaya ‘perang sarung’, itu hilang gara-gara program ini,” ungkap dia.

‎”Ini adalah satu efek moral yang sangat positif dan nyata yang dihasilkan dari kegiatan Serang Mengaji. Anak-anak lebih tenang, beradab, dan fokus pada kebaikan,” tambahnya.

‎Ia menegaskan kembali bahwa seluruh gerakan ini berjalan murni berkat ketulusan hati dan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sama sekali.

‎”Kita bergerak tanpa APBD. Tapi ini adalah kewajiban moral kita yang tidak ternilai harganya. Tujuan kita hanya satu, yaitu mendidik generasi dan calon pemimpin masa depan di Kota Serang agar menjadi manusia yang berilmu dan berakhlak mulia,” pungkas KH. Enting. (Red/ RG)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *