TANGERANG, bantenhariini.com – Sumilih (50) dan Rosmani (16), ibu dan anak korban pembacokan oleh Agung (62), diketahui banyak berlumuran darah di tubuhnya, Kamis (14/9/2017). Itu karena korban dibacok dengan golok dibanyak titik anggota tubuh. Seperti pada tangan, kaki dan anggota tubuh tengah.
Pasca pembacokan itu Agung yang juga suami Sumilih dan bapak tiri Rosmani ini langsung kabur. Dia kabur dengan menggendong anaknya Noval yang masih berumur 2 tahun.
Kendati banyak warga yang mendekati lokasi kejadian tapi tidak berani langsung menolong. Padahal Sumilih dan Rosmani terus merintih kesakitan sambil memegang anggota tubuhnya yang sakit.
Namun keadaan itu langsung ditindaklanjuti Harjoko. Satpam dari kantor Penggadain Ciledug yang langsung membopong Sumilih ke mobil angkot. Setelah itu dilakukan kepada ankanya Sumilih. Pria berusiua 36 tahun itu pun kaos dalamnya langsung banyak darah akibat membopong tubuh korban. “Saya stop angkot dan minta dibawa langsung ke klinik Bakhti Asih,” katanya.
Dirinya sangat terkejut karena mendengar pertengkaran hebat di dalam rumah kontrakan Agung. Padahal saat itu jarak kantor Penggadaian Ciledug yang dilintasi Jalan Raden Fatah ke Gang Haji Hasyim kurang lebih 100 meter. Tapi karena ada teriakan kencang minta tolong, akhirnya banyak warga menghampiri. Termasuk dirinya yang habis salat duha pagi itu langsung merapat ke lokasi kejadian.
Harjoko mengaku tidak kenal keluarga tersebut. Tapi kerap mengetahui bila ada orang lain yang hendak bertemu Sumilih selalau berjanjian di depan kantornya. Seperti sehari sebelum kejadian pembacokan ada pria berkumis yang hendak bertemu Sumilih. Kemudian anaknya yakni Rosmani memberitahu kepada ibunya. “Mungkin itu penyebab pertengkaran keluarga mereka,” katanya.
Warga setempat juga kerap mendengar cek-cok mulut keluarga tersebut. Misalnya Agung kerap berkata kepada istrinya agar fokus mengurus anak-anak daripada selingkuh. Warga juga mengetahui Agung memiliki sifat pendiam dan perhatian dengan keluarga.
Diketahui, Sumilih dan Rosmani menjadi korban pembacokan oleh suami atau oleh ayah keluarga tersebut. Kejadiannya di Gang Haji Hasyim RT 03/06, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (14/9/2017). Kejadian itu membuat kaget warga setempat, karena mereka sempat berteriak kencang minta tolong. Selain itu darah berlumuran banyak di teras rumah dan ruang tengah. (Setia)
Editor: Wayang

0 Comments