SERANG, Bantenhariini.id – Daerah Kabupaten Lebak dan Pandeglang memiliki potensi yang signifikan terhadap terjadinya gempa bumi dan tsunami. Hal ini menuntut peran aktif Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten dalam menghadapi ancaman tersebut.
Potensi gempa dan tsunami di Kabupaten Lebak dan Pandeglang menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat setempat. Kehadiran BPBD Provinsi Banten menjadi solusi yang diharapkan dapat meminimalisir dampak yang mungkin terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan dalam upayanya mengatasi potensi bencana tersebut, BPBD Provinsi Banten mengajak seluruh pihak terkait, termasuk dunia industri, untuk berperan aktif. Mereka mengupayakan penerapan kesadaran akan ancaman gempa dan tsunami kepada masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.
“Laporan penting Pandeglang itu ada potensi yang cukup besar termasuk Lebak juga salah satunya potensi gempa bumi dan tsunami,” katanya kepada wartawan di Kantor BPBD Provinsi Banten, Selasa (11/7).
BPBD Provinsi Banten juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Melalui sosialisasi dan edukasi yang intensif, diharapkan masyarakat dapat memahami tindakan pencegahan dan langkah evakuasi yang harus dilakukan saat terjadi gempa dan tsunami.
“Bagaimana juga mereka menerapkan kesadaran nanti masyarakat di sekitar industri,” ujarnya.
Kabupaten Lebak dan Pandeglang merupakan wilayah yang terletak di pesisir Banten, sehingga potensi terjadinya gempa dan tsunami menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan. Dalam menghadapinya, BPBD Banten terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Pihaknya juga menginventarisir ketersediaan sumberdaya yang ada di wilayah industri selain Sumber Daya Manusia (SDM). Adapun sumber daya yang tersedia di industri yakni perahu karet, mobil, dan alat berat.
“Ada yang punya perahu karet, ada yang punya mobil ada yang punya beko, alat-alat berat lainnya,” ujar Nana.
“Nah ini, pada saat terjadi bencana sudah siap kita kerahkan sesuai dengan hasil asesmen di lapangan,” sambungnya.
Ia juga mengatakan pihaknya sudah memprediksi wilayah yang terdampak bahaya. Dengan demikian pihaknya dapat mengurangi resiko korban bencana gempa dan tsunami.
“Ada peta kita bisa memprediksi dari peta, kalau terjadi tsunami misalnya maka tampak wilayah yang akan terdampak wilayah yang mana saja itu sudah ada nah itu yang sedang kita mitigasi supaya mengurangi resiko korban gempa dan tsunami,” pungkasnya. []

0 Comments