TANGSEL – Uten Sutendy, Budayawan Banten mengungkapkan pendapatnya tentang buruh dan corporate di Indonesia masih memiliki ego yang tinggi juga komunikasi yang masih sangat rendah. Hal ini Uten sampaikan dalam program Kick Tangsel, Selasa (17/1/2023).
“Masalah utamanya sebetulnya menurut saya dari komunikasi baik dari pemerintah dan buruh juga dari corporate kepada buruh karena saya lihat di Indonesia ini ego antara para buruh dan corporate sama-sama tinggi, sehingga setiap kebijakan yang ada selalu terjadi misscommunication,”ujar Uten.
Lebih lanjut Uten mempertanyakan juga langkah buruh yang melakukan demonstrasi jika komunikasi secara struktur masih bisa dilakukan. Uten juga merasa pemerintah dalam membuat kebijakan tentu sudah memiliki sekenario yang panjang dan mengukur segala aspek.
“Saya mempertanyakan kenapa harus demonstrasi? Kan bisa melakukan komunikasi secara struktur. Sebetulnya demo itu memang bagian dari demokrasi tapi kan efek yang ditimbulkan itu luar biasa seperti kemacetan juga ancaman kepada perusahaan, padahal kan jelas dalam menetapkan upah minimum pemerintah sudah memiliki sekenario jangka panjang,” tutur Uten.
Setelahnya Uten juga menjelaskan bahwa life skill seorang buruh di Indonesia harus ditingkatkan sehingga memiliki skill profesionalisme yang kuat yang nantinya berdampak pada hubungan antara pegawai dengan pemilik perusahaan.
“Di satu sisi misalnya juga profesional skill buruh juga harus ditingkatkan, hal ini kurang mendapatkan perhatian dari perusahaan atau serikat buruh terkait. Sehingga sering terjadinya gap antara perusahaan dan karyawan,” tutup Uten. []

0 Comments