PANDEGLANG, bantenhariini.id – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang melakukan berbagai langkah strategis melalui peningkatan kolaborasi dan kemitraan dalam pengembangan agribisnis Talas Beneng. Salah satunya, melakukan pembentukan Asosiasi Pelaku Usaha Talas Beneng (Asputaben) untuk memperlancar ekspor varietas unggul nasional tersebut. Asputaben adalah lembaga petani Talas Beneng yang mengemban tugas melayani dan memfasilitasi keberlangsungan usaha. “Semoga dikelola dengan prinsip profesionalisme usaha tani dan prinsip ekonomi secara adil, demi kepentingan petani Talas Beneng agar maju, mandiri dan modern. Pengukuhan asosiasi ini akan memperkuat langkah strategis dalam pengembangan agribisnis ,” ungkap Budi S. Januardi, Kadistan Pandeglang saat pengukuhan di Sekretariat Asputaben, Cilaja, Kecamatan Majasari.
Budi menjelaskan, Talas Beneng telah disertifikasi sebagai varietas unggul lokal Kabupaten Pandeglang yang layak ekspor. Organisasi tersebut juga diharapkan mendorong program strategis Kementerian Pertanian yaitu Gratieks atau Gerakan tiga kali lipat ekspor di Kabupaten Pandeglang. Ardi Maulana disepakati menjadi Ketua, sementara Dedi Muhadi sebagai Wakil Asputaben periode 2020 – 2023. “Selamat dan sukses, semoga para pengurusnya dapat mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat petani di Kabupaten Pandeglang,” kata Budi.

Budi menyampaikan 9 hal yang perlu dilakukan oleh pengurus Asputaben agar menjadi lembaga petani yang sehat. Yaitu, punya perencanaan, komitmen bersama, terbuka dan cepat dalam menyikapi berbagai perubahan, kolaboratif, menerapkan asas musyawarah, fokus terhadap usaha yang dijalankan. “Harus ada peningkatan skill bagi para pengurus, saling mendengar berbagai masukan positif & dilakukannya evaluasi untuk perbaikan, serta saling menguatkan dan mendo’akan yah,” pesan Budi.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang sedang diikuti oleh Budi yang diselenggarakan oleh PPMKP Kementerian Pertanian dan Lembaga Administrasi Nasional (LAN) RI. “Judulnya Strategi Pengembangan Agribisnis Talas Beneng sebagai Komoditas Unggul Lokal mendukung Peningkatan Ekspor di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Dijelaskan Budi, langkah awal implementasi proyek perubahan telah dilakukan sejak awal Oktober lalu. Dengan menghadirkan berbagai unsur stakeholder, baik dari unsur Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Pemerintah Pusat, Perbankan, Petani, Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, pengusaha dan dunia usaha.

Beberapa rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu pertemuan budidaya Talas Beneng sekaligus Pencanangan Kampung Talas Beneng oleh Pjs Bupati Pandeglang Gunawan Rusminto, di kelompok Tani Subur Makmur, Kampung Paluku, Desa Campaka, Kaduhejo. Pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama budidaya. “Kami lakukan kerjasama pemasaran Talas Beneng antara kelompok tani dengan pengusaha setempat dan buyer untuk jaminan pasarnya,” ujar Budi.
Distan Pandeglang juga bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten untuk penyusunan Juknis Produksi Benih dan Budidaya Talas Beneng. Konsep pengembangan Kampung Talas Beneng di lokasi yang telah dicanangkan yaitu sekitar 100 Kektar. “Ada spot perbibitan, spot edukasi untuk pembelajaran, serta wisata berbasis agro yang akan diintegrasikan antara wisata Talas Beneng dengan wisata madu,” tambah Budi.
Kepala BPTP Propinsi Banten Ismatul Hidayah mengucapkan selamat kepada pengurus Asputaben dan berjanji untuk melakukan mendampingan. Menurutnya, tugas mendesak saat ini adalah penyediakan bibit agar perluasan pertanamannya secara masif dapat terwujud. Hal ini untuk mengantisipasi kebutuhan pasar yang sangat tinggi. “Kami akan mengawal proses sertifikasinya hingga label benih Talas Beneng sebagai varietas unggul sehingga bisa ditanam di seluruh wilayah Indonesia. Dan kita bangga karena KTPnya adalah Pandeglang,” kata Isma.

Kemitraan lainnya yang dilakukan yaitu penjajagan dengan Asisten Perum Perhutani (Asper) Pandeglang dan administrator KPH Banten tentang kemungkinan perluasan penanaman Talas Beneng di lahan perhutani. dengan melibatkan para petani yang tergabung dalam LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan). Para PPL juga akan diperansertakan yang telah diawali dengan pertemuan dengan para Koordinator PPL (Korluh) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mandalawangi. Pada acara tersebut juga dilakukan pembagian 2.500 bibit talas beneng kepada seluruh BPP (35 Kecamatan) untuk ditanam di lingkungan kantor BPP, hal ini dimaksudkan sebagai langkah awal untuk gerakan perluasan tanam di seluruh wilayah Kabupaten Pandeglang serta penguatan peran BPP sebagai Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) dalam pengembangannya.
Unsur stakeholder lainnya dalam penguatan kolaborasi dan kemitraan yaitu dengan Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Pandeglang. Dilakukan pula pembagian 7.500 bibit Talas Beneng untuk beberapa Pondok Pesantren yang secara simbolis telah dilakukan penanaman sebanyak 2.000 bibit di lahan Pondok Pesantren Al Kirom, Saketi.
Kolaborasi instansional dalam pembinaan pelaku usaha juga telah dilakukan melalui kerjasama dengan Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon berupa pembinaan melalui kegiatan FGD dengan para pelaku usaha Talas Beneng Desa Gratieks di Kabupaten Pandeglang.
Berkenaan dengan akses permodalan, para petani selain didorong agar ikut program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan suku bunga 6% karena mendapat subsidi bunga dari pemerintah. Juga telah dilakukan Bimbingan Teknis akses kepada Poktan/Gapoktan untuk mengakses sumber pembiayaan Pertanian yang bersumber dari dana CSR-PKBL BUMN melalui kegiatan Apresiasi Pemberdayaan Permodalan. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Direktorat Pembiayaan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang yang dilaksanakan di Hotel Horison Altama Pandeglang, dengan peserta para petani Talas Beneng. (Sukanda)

0 Comments