TANGERANG, bantenhariini.com – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang mengklaim hewan kurban yang ada di lapak-lapak penjualan hewan dalam kondisi sehat saat ini. Sehingga memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban.
Proses pengiriman hewan kurban melalui berbagai tahap. Diawali pemeriksaan kesehatan dari tempat asalnya, kemudian dicek kesehatan selama perjalalanan. Sedangkan saat di lapak-lapak hewan kurban langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas kesehatan setempat.
Kepala Bidang Peternakan DKP Kota Tangerang drh Ibnu Ariefyanto mengatakan, pemeriksaan hewan kurban sudah sejak 15 Agustus lalu. Pemeriksaan di seluruh lapak hewan kurban di Kota Tangerang. “Termasuk yang ada di masjid-masjid,” katanya, di sela pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lapak hewan kurban, Lapangan LP Tangerang, Sukasari, Kecamatan Tangerang, Jumat (25/8/2017).
Kata dia, Kota Tangerang memiliki 27 petugas kesehatan yang melakukan pemeriksaan hewan kurban. Dia tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan tersebut. Tetapi memeriksa kondisi lapak. Seperti dipagar atau tidak lokasinya, memiliki atap atau tidak dan adanya tempat makan hewan kurban di lokasi tersebut.
Sementara, Kepala DKP Kota Tangerang Emed Mashuri membenarkan, bahwa kondisi kesehatan hewan kurban yang ada di Kota Tangerang dalam keadaan baik. Itu karena petugas terus melakukan pemeriksaan dan sosialisasi kesehatan. “Seperti kepada para panitia hewan kurban yang ada di masyarakat,” katanya.
Ia mengungkapkan, pihaknya juga menerima laporan pengaduan hewan kurban. Seperti belum lama ini ada hewan kurban sapi yang tidak mau makan. Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan dan diketahui penyebabnya, maka hewan kurban tersebut mau makan kembali. Kejadian itu ada di lapak hewan kurban yang ada di Kecamatan Karawaci.
Sementara berdasarkan cacatan DKP Kota Tangerang hewan kurban yang sudah ada di lapak-lapak jumlahnya ada ribuan. Jumlah tersebut sebanyak 6.032 ekor kambing, 300 ratusan ekor sapi dan 13 ekor kerbau. Hewan kurban tersebut kebanyakan berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Pemilik lapak hewan kurban di lapangan LP Pemuda, Dartim mengatakan, hewan kurban yang dijualnya sudah mendapat pemeriksaan kesehatan dari tempat asalnya. Saat di sini juga telah dilakukan pemeriksaan. “Biasanya kalau yang sakit itu matanya merah dan mencret-mencret,” katanya. (Setia)
Editor: Wayang

0 Comments