TANGERANG, bantenhariini.id – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19 membuat sejumlah sekolah dan kampus ditutup. Penutupan tersebut bertujuan mempersempit ruang penyebaran virus Corona. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terpaksa harus dilakukan secara online atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Sayangnya, tidak semua murid belajar dengan nyaman di rumah secara Dalam Jaringang (Daring). Seperti yang dialami Siti Aisyah (8), pelajar kelas 2 SDN 1 Sangiang Jaya Kecamatan Periuk ini berjalan kaki menuju pasar untuk belajar.
Hampir setiap hari, Aisyah menyusul orangtuanya, Siti Maesaroh (29), seorang cleaning service di Pasar Laris Cibodas. “Saya memang selalu mendampingi anak saya belajar online. Biasanya kalo saya kerja, dia saya suruh ke pasar biar saya bisa mendampingi,” ucap Maesaroh.
Keduanya terlihat asik belajar di Pintu Selatan pasar tersebut. Mereka tidak memperdulikan pedagang dan pengunjung yang ramai melintas di jalan tersebut. Menggunakan smartphone dan buku LKS, Maesaroh dengan sabar mengajari Aisyah.
Maesaroh menjelaskan anaknya mendapatkan materi belajar melalui WhatsApp Group. Jika sudah selesai, difoto dikirimkan ke guru. Biasanya juga ada tugas membuat video seperti olahraga. Pada hari-hari tertentu menurut Maesaroh, Aisyah harus mengenakan seragam karena menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings. “Anak saya sih setiap hari dapat tugas, tapi dia tetap mengerti, tapi kayanya kurang efektif kalo online terus. Dia suka nanya kapan masuk sekolah,” tambahnya.
Maesaroh mengaku tetap semangat meskipun memiliki keterbatasan waktu dan tempat. Sempat tidak sempat, dia tetap mendampingi belajar meskipun di selasar pasar. Yang penting, tugas dari sekolah selesai dan bisa dikumpulkan tepat waktu. “Kalau aku lebih suka ke sekolah daripada online,” kata Aisyah. (Sania Larasati)

0 Comments