Komunitas Sapu Pengki Produksi Pupuk Setiap Bulan 300 Kg


TANGERANG, bantenhariini.com – Komunitas Sapu Pengki yang berada di Kelurahan Poris Plawad Utara, Cipondoh, Kota Tangerang, setiap bulan mampu memproduksi pupuk sebanyak 300 kilo gram (Kg). Pupuk tersebut berupa pupuk cair dan pupuk padat yang diolah dari sampah organik yang mereka kumpulkan dari masyarakat.

Pupuk yang dihasilkan komunitas Sapu Pengki bisa dimanfaatkan untuk kesuburan tanaman. Misalnya untuk merangsang batang, daun dan buah-buahan. Belakangan ini pupuk tersebut banyak dipesan oleh rumah sakit dan instansi pemerintah lantaran untuk penghijauan.

Direktur Pelaksana Komunitas Sapu Pengki Ridwan mengatakan, keberadaan komunitas yang dipimpinnya sudah berjalan 1 tahun lebih. Mereka yang tergabung di sini merupakan masyarakat Kelurahan Poris Plawad Utara yang peduli lingkungan. “Keberadaannya tidak hanya memilah-milah sampah, tetapi juga membuat kerajinan tangan,” katanya di sela mendapat kunjungan dari Forum Kota Sehat Kota Tangerang, Kamis (24/8/2017).

Ia mengatakan, kerajinan tangan yang sudah diproduski yakni miniatur motor vespa dan berbagai bunga plastik. Promosi kerajinan tangan karya komunitas Sapu Pengki ini dilakukan dalam berbagai pameran. Seperti Festival Cisadane dan HUT Kota Tangerang. Sementara pembelinya sudah banyak dari luar daerah.

Ketua Tim Kreatif Komunitas Sapu Pengki Baharudin mengatakan, produksi pupuk dalam sebulan jumlahnya bervariasi. Bila cuacanya bagus bisa mencapai 300 Kg lebih. Tahap pengumpulan dan pemilahan sampah juga merupakan hal yang harus diseriusi pihaknya. “Bila kurang serius maka dapatnya akan sedikit,” katanya.

Pihaknya berharap komunitasnya terus mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Baik itu soal fasilitas mesin dan sarana untuk bekerja dalam pemilahan sampah.

Lurah Poris Plawad Utara Bukhori yang hadir dalam kesempatan itu siap mendukung keberadaan komunitas Sapu Pengki. Diakuinya komunitas ini mampu menginspirasi masyarakat lain dalam mengelola sampah yang baik. “Saya lihat banyak yang lain ikut mencontoh kegiatan serupa,” katanya.

Sementara Ketua Forum Kota Sehat Kota Tangerang Siti Rochayah mengatakan, bahwa di Kota Tangerang ada 9 komunitas masyarakat yang peduli sampah. Dari jumlah tersebut ada 4 komunitas masuk kategori bagus di antaranya komunitas Sapu Pengki. “Yang lainnya ada di Nusa Jaya, Pabuaran Tumpeng dan Gebang Raya,” katanya.

Siti Rochayah meminta untuk komunitas Sapu Pengki lokasi pengolahannya harus lebih baik. Seperti sampah yang akan dilakukan pemilahan tidak berceceran. Sehingga tidak mengganggu kesehatan lingkungan. Selain itu tidak boleh ada lahan kosong di sekitar lokasinya. (Setia)

Editor: Wayang

 

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *