SERANG, bantenhariini.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten Dwi Hesti Hendarti resmi menjadi tersangka pada 22 Agustus 2017 atas dugaan korupsi dana jasa pelayanan kesehatan tahun anggaran 2016, yang menyebabkan kerugian negara sebesar 1,9 miliyar. Pasca ditahannya Direktur RSUD Banten tersebut, pelayanan RSUD Banten masih berjalan lancar.
Yeti (53), keluarga pasien asal Petir, Serang, yang sedang menunggu sepupunya di ruang IGD RSUD Banten, Kamis, (24/8) mengungkapkan pelayanan di RSUD Banten untuk pasien terbilang sigap. Ia menambahkan ketika ia datang di IGD, dokter dan suster RSUD Banten langsung menangani sepupunya.
Sama halnya dengan Yeti, keluarga pasien asal Baros, Azizah (40) mengatakan adiknya yang sedang dirawat karena penyakit usus besar baru satu hari mendapat penanganan yang baik. Ia melanjutkan pendaftaran terhadap pasien tidak mampu seperti dirinya, tidak terlalu sulit, hanya cukup menyertakan KTP, KK, akte kelahiran dan surat keterangan tidak mampu dari RT. “Saya lebih milih adik saya dirawat di sini, karena kalau di RSUD Serang kan penuh banget. Di sini masih banyak ruang kosong, jadi enggak harus nunggu lama untuk pelayanannya,” kata Azizah kepada saat ditemui bantenhariini.com, Kamis.
Sementara itu, pasien asal Cirenang, Aisyah (43), menjelaskan ia sedang kontrol kesehatan setelah dirawat di ruang kelas 3 selama satu hari di RSUD Banten. Namun ia mengeluhkan panasnya udara di kamar pasien kelas itu. “AC di sini engga dingin, waktu kemarin-kemarin saya dirawat itu ruangannya panas,” ungkap Aisyah. Tetapi ia melanjutkan antrian pendaftaran untuk kontrol kesehatan, rawat jalan dan saat menebus obat pelayanannya lumayan cepat. (Diah)
Editor: Wayang

0 Comments