TANGERANG, bantenhariini.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang batu bekas peninggalan pabrik gula di Kmapung Tehyan, kawasan Neglasari. Sebanyak 6 buah batu berukuran besar yang tergeletak dan tertimbun tanah di aliran sungai yang berdekatan dengan Pintu Air 10. Diduga, batu tersebut merupakan peralatan yang digunakan untuk memeras tebu sekitar tahun 1700. “Batu ini sebagai saksi bahwa dulu di sini adalah pabrik gula terbesar dan peradaban di Kota Tangerang sudah cukup baik pada jamannya,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumangku, Selasa (21/07).
Sumangku mengatakan batu-batu ini perlu diteliti dan mendapat kajian arkeologi. “Tangerang ternyata sudah dilirik kolonial dan etnis Tionghoa. Terbukti etis komunitas Theyan, Kampung Theyan menjadi kebutuhan kebudayaan dan kesenian,” tambahnya.
Ditambahkan Sumangku, menurut sejarah lokasi tersebut dulunya juga merupakan perkebunan tebu terbesar. Sayangnya, lahan di lokasi tersebut juga belum dikelola dengan baik. “Kita akan benahi lahan di sini dan angkat batunya. Tempat ini bisa menjadi destinasi wisataa menarik dengan pemandangan indah bendungan,” katanya. (Sania Larasati)

0 Comments