TANGERANG, bantenhariini.id – Sejak pandemi Covid-19, dunia pendidikan melakukan metode Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara online. Pelajar di Kota Tangerang tidak diizinkan datang ke sekolah untuk menghindari penyebaran virus Corona. “Selama tiga bulan terakhir kami memanfaatkan Google Meet, Zoom, dan Google Clasroom. Hal ini dilakukan supaya ada interaksi antara guru dan siswa berupa tanya jawab,” ujar AG Taufiq, Kepala Sekolah SMP PGRI 1 Tangerang, Selasa (14/7).
Taufiq menjelaskan, pembelajaran untuk pendidikan dasar seperti SD dan SMP seharus dibimbing secara langsung. Menurutnya, pertemuan di kelas cukup penting. “Kalau selalu belajar di rumah siswa bisa jenuh, stres, dan orang tua juga mengeluhkan biaya kuota internet. Unsur pembelajarannya dapat, tapi pendidikan kurang,” ucap Taufiq.
Taufiq berharap pemerintah menyiapkan solusi dan batas waktu untuk metode pembelajaran online. Keberanian dari pemerintah untuk mengambil kebijakan sangat diperlukan untuk masa depan pendidikan siswa. “Kami berharap sekolah dapat dibuka kembali. Tentunya dengan protokol kesehatan yang harus dijaga. Karena pendidikan langsung lebih efektif,” katanya.
Pandemi Covid-19 menurut Taufiq, berpengaruh terhadap jumlah siswa yang mendaftar dan masa orientasi siswa di sekolah. Beruntung, kualitas sekolahnya sudah dikenal baik sehingga jumlah pendaftar tidak terlalu turun drastis. “Penurunan justru setelah ada kebijakan Zonasi dalam penerimaan siswa baru. Tapi prestasi sekolah kami sudah dikenal dan masih cukup banyak yang mendaftar,” ungkapnya. (Sania Larasati)

0 Comments