SERANG, bantenhariini.id – Ketua Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP KEP SPSI) Muhamad Kamal Amrullah menegaskan apabila Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja diterapkan di Indonesia. Pasalnya menurut Kamal, RUU tersebut sangat merugikan para buruh di Indonesia.
“Kalo emang RUU Omnibus Law ini mau dipaksakan, kami pastikan akan lakukan mogok kerja Nasional karena kita memiliki tuntutan yang sama,” Kata Kamal kepada wartawan kemarin sore (3/320) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

Kamal beserta ribuan buruh lain dari berbagai perusahaan merasa kecewa karena banyak dari massa aksi buruh di blokade oleh aparat kepolisian sehingga yang semula akan memadati KP3B itu gagal total bahkan tidak kondusif.
Titik blokade sesuai keterangan Kamal Ialah di Kawasan Modern Cikande untuk aksi massa Kabupaten Serang, di Kepandean untuk massa aksi Kota Cilegon, dan Curug di bagian Tangerang. Ketiga titik tersebut membuat jumlah massa aksi terpecah dan tidak terpusat di KP3B.
Kendati demikian, pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten melalui ketua langsung yakni Andra Soni menegaskan bahwa secara sikap Banten akan menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut. Hal itu disampaikan melalui audiensi di ruan rapat DPRD Banten.

“Sebenarnya kami sudah menyediakan surat pengajuan ke DPR pusat terkait penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, namun kami masih menunggu tambahan masukan dari para buruh karena katanya bakal ada gerakan demontrasi ini,” Kata Andra kepada khalayak audiensi bersama buruh di ruang rapat DPRD Banten.
Selain itu Andra juga mengapresiasi sekaligus menyayangkan gerakan massa aksi yang kurang cepat tanggap terkait isu strategis ini.

“Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi karena unjuk rasa berjalan secara damai serta kondusif kan bagus dilihatnya. Tapi sayang aja ini enggak dari kemarin-kemarin padahal isu ini strategis loh,” tambah Andra.
Setelah melakukan audiensi bersama beberapa pimpinan serikat buruh, Andra juga mengajak seluruh peserta audiensi untuk kembali ke depan gedung DPRD Banten menyambut para antusiasme ribuan massa aksi.
(Maulana)

0 Comments