Mahasiswa dan Polres Serang Kota Gelar Acara Doa Bersama Untuk Aktivis yang Meninggal Dunia


SERANG, bantenhariini.id – Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Serang dan Polres Serang Kota menggelar kegiatan doa bersama di depan Masjid Nurul Hukam yang berada di lingkungan Polres Serang Kota. Senin malam (30/9/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Serang Kota, Waka Polres Serang Kota, PJU Polres Serang Kota dan puluhan mahasiswa peserta Kegiatan.

Kegiatan tersebut diawali dengan solat isya berjamaah di masjid Nurul Hukam Polres Serang Kota dan dilanjutkan dengan pembacaan surat Al – Fatihan, doa bersama untuk mengenang mahasiswa yang gugur digedung DPRD Kendari (Kader PMII UHO Kendari), orasi dari perwakilan PMII, pembacaan press Realise Oleh Ketua PMII Kota Serang, dilanjutkan dengan sambutan Kapolres Serang Kota.

Dikatakan, Abdul Muhit Hariri Ketua PMII Kota Serang, akibat ulah oknum salah satu mahasiswa harus meninggal dunia saat melakukan aksi demonstrasi di gedung DPRD Sulawesi Tenggara, hal itu dinilainya sebagai kegagalan reformasi keamanan.

“Insiden memilukan yang menimpa mahasiswa alm Randi sebagai salah satu kader PMII kendari yang terjadi pada saat aksi demonstrasi yang digelar didepan gedung kantor DPRD Sulawesi Tenggara bisa jadi adalah sebagai kegagalan reforamasi keamanan,” ucapnya.

Pasalanya kejadian tersebut akibat dari ulah oknum kepolisian yang melakukan tindakan represif secara berlebihan.

Padahal amanat undang-undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampiakan Pendapat Dimuka Umum memberikan jaminan kemanan bagi setiap warga negara yang akan menyampaikan pendapatnya dimuka umum sebagai perwujudan hak dan tanggungjawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Pada hari ini sudah ada 13 yang diperiksa yang selanjutnya kita menjalin harmonisasi antara PMII kota Serang beserta dengan Kapolres Serang kota bagaimanapun antar mahasiswa dengan aparat kepolisian ini mitra dan jangan sampai lagi adanya terjadi gesekan, aksi-aksi demonstrasi mahasiswa,” jelasnya.

“Kita memperingati atas terjadinya insiden kecelakaan pembunuhan pada aksi di Sulawesi tenggara, kita mengecam kepada oknum aparat kepolisian yang memang telah mengakibatkan sahabat Randi meninggal, kita meminta siapapun pelakunya oknum kepolisian dan harus sampai dapat,” imbuhnya.

Ia berharap, kedepan tidak ada lagi gesekan atau terulang kembali kejadian yang memilukan seperti kejadian sebelumnya.

“kepolisian bisa mengamankan kita dengan sebaik mungkin jangan sampai terulang kembali aksi-aksi usaha yang hampir memakan dan sampai memakan korban seperti yang terjadi di Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.

“Kami meminta kepada polri dan anggotanya untuk bersinergi lebih baik kepada aktivis mahasiswa,” sambungnya.

Menjawab hal tersebut, Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono, mengucapkan turut berbelasungkawa atas adanya korban jiwa dalam aksi demonstrasi di Kendari.

“Pada kemsempatan kali ini saya Kapolres Serang Kota beserta Jajaran mengucapkan belsungkawa atas gugurnya rekan mahasiswa digedung DPRD Kendari,” katanaya.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut bukanlah suatu hal yang diinginkan oleh Polri, jelas hal itu terjadi lantaran adanya oknum yang telah menyalahgunakan kewenangannya.

“Kejadian tersebut bukan bagian dari kemauan polri, karena adanya oknum yang menyalah gunakan kewenangan pada saat pengamanan kegiatan terjadi,” cetusnya.

Ia berharap, oknum yang sudah melakukan penyalahgunaan wewenang tersebut dapat segera terungkap.

“Saya juga mau kejadian tersebut diusut tuntas beserta oknum yang melakukan tindakan tersebut. Dalam SOP polri tidak diperkenankan menggunakan senjata api saat mengamankan Aksi unjuk rasa dan sudah ditekankan di Polres Serang Kota ini setiap pemgamanan aksi tidak ada hal seperti itu, semua sesuai SOP karena kita semua adalah mitra, kami hanya mengawal rekan-rekan dalam menjalakan aksi,” tegasnya.

“Semoga sinegritas kita dapat berjalan dengan baik dalam setiap kegiatan. Agar terciptanya situasi yang kondusif dan aman di wilayah hukum Kota Serang,” tandasnya. (DA)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *