Datangi Kantor DPRD Banten, Wali Murid Minta Sistem Zonasi Diubah


SERANG, bantenhariini.com – Sebanyak 20 wali murid asal Kabupaten Tangerang yang datang ke Kantor Komisi V DPRD Banten sekutar pukul 16.00 WIB sore tadi, menilai PPDB sistem zonasi tidak memiliki asas berkeadilan terhadap siswa berprestasi.

Padahal, kata salah satu wali murid, Mujiono, nilai yang diraih oleh siswa berprestasi yaitu 90, dengan rata-rata 360. Tetapi, kata dia, jalur zonasi masih menjadi syarat masuk sekolah negeri.

“Seperti di SMAN 3 Kabupaten Tangerang, jalur prestasi dihiraukan. Masih berpatokan dengan zonasi, dan siswa pintar menjadi korban PPDB,” ungkap Mujiono seorang wali murid dari Eka Saputra, seusai audiensi dengan Anggota Komisi V DPRD Banten, di KP3B Kota Serang, Rabu (3/7).

Mujiono juga menjelaskan, saat ini terdapat 70 siswa asal Kabupaten Tangerang yang meraih hasil Ujian Nasional (UN) dengan nilai 90 masih belum menemukan sekolah. Terlebih, kata Mujiono, mereka semua ditolak oleh SMAN 3 Kabupaten Tangerang, karena tidak sesuai dengan zonasi.

“Mereka para siswa pintar akhirnnya menjadi gantung alias belum menemukan sekolah. Karena anak beprestasi ingin mendapatkan kualitas belajar seperti sekolah negeri. Sedangkan di Kabupaten Tangerang hanya ada beberapa sekolah swasta terakreditasi A, dan sudah penuh semua. Lalu nasib kami menjadi membingungkan,” katannya.

Ia berharap, Anggota Komisi V DPRD Banten bisa mengubah sistem zonasi menjadi berkeadilan, dengan 50 persen zonasi dan 50 persen jalur prestasi. “Jangan inimah 90 persen zonasi, 5 persen prestasi dan 5 persen akademik (olahraga). Jadi buat apa belajar, kalau nasib masuk sekolah ditentukan dengan mengukur sekolah dekat dengan rumah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Banten, Fitron Nur Ikhsan berjanji, akan menindaklanjuti bersama SMAN 3 Kabupaten Tangerang serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten untuk membantu 70 siswa berprestasi yang belum menemukan sekolah untuk anaknnya.

“Segera kita tindaklanjuti pada esok hari. Semoga sistem zonasi bisa berkeadilan kepada siswa berprestasi,” tandasnnya. (FEB)

 

 

 

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *