TANGERANG, bantenhariini.id – Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangerang bersama BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK membekali UMKM Se Kota Tangerang dengan manajemen keuangan agar UMKM bisa naik kelas. “Dinas Koperasi mengajak sekitar 120 UMKM Tangerang kota untuk lebih mendalami dan memahami lagi manajemen keuangan yang modern agar usaha yang ditekuni bisa maju dan naik kelas hingga menasional,” jelas Kepala Dinas Koperasi, dan UMKM Kota Tangerang, Teddy Bayu Putra, Jumat (28/06/2019) di Aula Gedung Cisadane.
Untuk memajukan UMKM Tangerang Dinas Koperasi juga bersinergi dengan BPJAMSOSTEK Tangerang Cikokol menggelar workshop perlindungan tenaga kerja non formal hingga pengembang UMKM.
Dikatakan Teddy, manajemen UMKM di wilayahnya masih sangat konvensional. “Sedangkan sekarang sudah jaman digital semua. Kami juga lakukan MoU dengan BPJAMSOSTEK agar UMKM kita ada perlindungan kecelakaan dan kematian saat mereka melakukan aktifitas,’’ terangnya.
Diharapkan kegiatan ini melahirkan UMKM yang sukses hingga bagaimana mengelola keuangan yang baik. Karena UMKM meripakan urat nadi pembangunan yang hampir 70 persen di Indonesia. Diakui Teddy, UMKM Tangerang Kota kurang mendapatkan perhatian untuk mengangkat agar bisa naik kelas. Karena itu perlu terus adanya terobosan-terobosan produk agar bisa bersaing. Pelatihan terbagi menjadi tiga angkatan dengan total peserta sebanyak 345 peserta. Sebanyak 115 wirausaha mengikuti kegiatan pelatihan untuk angkatan pertama. “Pelatihan ini untuk mendorong para pelaku usaha agar lebih kreatif dalam proses pengemasan produk sehingga bisa lebih baik lagi dalam penjualan,” ujarnya.
Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Tangerang Cikokol, Hasan Fahmi memaparkan mengenai pentingnya kemasan yang menarik untuk meningkatkan penjualan produk. “Kemasan menjadi faktor utama dalam penjualan produk, karena pandangan pertama itu yang menentukan,” ujar Fahmi.
Fahmi menambahkan nilai dari sebuah produk akan menjadi bertambah apabila bisa ditunjang dengan adanya merek dagang dan kemasan yang baik. “Misalnya rengginang yang dibungkus plastik biasa nilainya naik. Karena pengemasan, padahal produknya sama,” katanya.
Fahmi juga meminta seluruh peserta yang hadir untuk dapat mengembangkan wawasan tentang bagaimana cara memasarkan produk secara efektif dan efisien. “Gunakan gadget untuk sarana belajar, karena gadget jadi modal untuk usaha,” pungkasnya. (Sukanda)

0 Comments