Tradisi Jedogan di Kota Serang, Berburu Pakaian Baru Seharga Rp50 Ribu


SERANG, bantenhariini.com – Beduk takbir bergema tanda berakhirnya bulan Ramadan 1440 Hijriyah selama 1 bulan. Momentum itu juga dijadikan hari bagi masyarakat Kota Serang maupun luar Kota Serang untuk berburu pakaian baru, di Pasar Tumpah sepanjang Jalan Royal, Kota Serang.

Ribuan masyarakat dari Kota Serang maupun luar Kota Serang mulai berdatangan dari Pukul 16:00 WIB untuk mencari pakaian lebaran. Memang harga pakaian di Pasar Tumpah Royal terbilang murah. Mulai dari harga Rp50 ribu bisa mendapatkan 3 stel pakain, hingga Rp20 Ribu baju muslim.

Tidak hanya itu, berbagai macam perlengkapan lainya pun tersedia. Seperti halnya, kopiah di badrol seharga Rp5 ribu, tas ransel maupun tas gendong senilai Rp25 ribu. Bahkan untuk sendal, celana, dan kerudung dikenai harga sebesar Rp30 ribu sampai Rp100 ribu.

Salah satu warga Kragilan, Kabupaten Serang, Bondan, yang datang bersama teman-temannya, sengaja untuk membeli pakaian baru lebaran pada malam takbir. Karena harganya lumayan murah, dan bisa membeli berbagai macam pakaian.

“Lihat ini Mas, saya bisa beli 5 stel pakaian, dan 2 baju koko. Bahkan saya juga bisa membelikan pakaian muslim untuk kedua orangtua,” ungkap pria tinggi yang memakai kacamatan hitam bersama teman-temannya ini saat di temui di Pasar Tumpah Royal, Kota Serang, Selasa (4/6).

Adapun warga lainya, ada yang hanya ingin merasakan sensasi jedog-jedogkan di Royal. Seperti Prayoga warga Lebak Indah, Kota Serang. “Saya sih hanya ingin membeli ikat pinggang Mas. Sebetulnya, saya hanya ingin tau bagaimana rasanya belaja di Royal saat malam takbir,” kata Prayoga yang datang bersama wanita berkerudung hitam.

Sementara itu, para pedagang Pasar Tumpah Royal menginginkan adanya sebuah tempat yang strategis untuk berjualan. Karena mereka menilai lokasi Royal sangatlah sempit untuk berjualan. “Kita mah sebenarnya tidak ingin desak-desakan seperti ini. Tapi karena memang Pemerintah tidak menyediakan tempat yang strategis untuk berjualan para pedagang di bulan Ramadan. Makannya kita, jadi berjualan di Royal,” jelas Bustomi salah seorang pedagang pakaian asal Sawah Luhur, Kasemen, Kota Serang.

Seperti diketahui, Pasar Tumpah Royal sudah menjadi tradisi warga Serang menjelang lebaran, dengan sebutan “Aje Ngaku Wong Serang, Durung Jedogan ning Royal”. Mereka sudah mulai berjualan dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB dini hari. Kemudian ramai dikunjungi masyarakat Kota Serang maupun luar Kota Serang semenjak H-4 hingga malam takbir bergema. (FEB)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *