Serang, Bantenhariini.com – Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Banten kembali melakukan aksi unjuk rasa menuntut Wahidin Halim mundur terkait keterlibatan ASN dalam politik praktis.
Aksi yang digelar di depan pintu masuk pendopo Gubernur Banten ini tuntutan utamanya adalah segera jatuhkan sanksi terberat kepada ASN yang terjerat pelanggaran netralitas pesta demokrasi.
Mahasiswa menilai, keterlibatan tiga ASN di Provinsi Banten mendukung calon DPD RI Fadlin Akbar yang juga merupakan anak Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menjadi tamparan keras bagi Pemprov Banten.
Hal ini juga sekaligus sebagai cerminan terhadap masyarakat Banten bahwa carut marut birokrasi sedang terjadi di Provinsi dengan julukan tanah jawara ini.
“Pemerintah provinsi Banten hari ini sedang terjangkit pelanggaran netralitas ASN sebuah pelanggaran yang sedang tumbuh subur di kalangan elit Pemprov Banten. Sanksi berat hati dijatuhkan kepada tiga ASN itu,” kata korlap aksi Aliga Abdilah, Kamis (11/4/2019).
Keberadaan tiga ASN yang tidak netral, dikatakan Aliga menandakan bahwa ada hal yang tidak beres sedang terjadi di tubuh ASN Banten.
Selain itu, kata Aliga hal ini juga telah mengkhianati amanat undang- undang dan mencoreng marwah provinsi yang mempunyai semboyan iman dan taqwa.
“Wahidin sebagai Gubernur Banten hari ini tengah berupaya membangun dinasti baru dengan berbagai cara memanfaatkan kekuasaan, hal ini kami anggap akan mengembalikan Banten ke masa silam,” ujarnya.
Dituturkan Aliga pihaknya menilai bahwa ini bukanlah hal yang sepantasnya untuk dipertontonkan kembali kepada rakyat Banten. Bahkan jauh dengan cita-citanya yang luhur.
“Banten memisahkan diri dengan provinsi Jawa Barat dengan tujuan untuk memakmurkan rakyatnya, ‘Ayo Bersama Membangun Banten’ tak lebih hanya sebatas jargon yang fana, yang abadi ialah bacakan uang rakyat bersama,” tukasnya.
Dalam aksi puluhan mahasiswa HMI Banten menuntut Gubernur Banten Wahidin Halim turun dari jabatannya akhirnya berujung kericuhan. Hal itu dipicu saat mahasiswa mulai membakar ban dan petugas pun mencoba memadamkan api. Namun dihadang oleh massa aksi, hingga terjadi kericuhan mahasiswa dengan pihak kepolisian, aksi kejar kejaran hingga adu pukul pun terjadi.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah mahasiswa terkena pukulan dan tiga orang diamankan petugas kepolisian. Massa aksi pun dipaksa membubarkan diri hingga akhirnya mahasiswa pun mundur.(FEB)

0 Comments