JAKARTA, bantenhariini.com – Gadis dari Suku Baduy, Kecamatan Ciboleger, Kabupaten Lebak, menampilkan keterampilan membuat kain tenun beberapa motif kepada pengunjung Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara (GWBN) 2017. Penampilan tersebut dilakukan Lina, 16, yang dengan cekatan memasukan benang pada sela kain tenun. Selain motif Suat Samata, Motif Songket, dan Adu Mancung dikuasainya.
Keterampilan tersebut, membuat Kabid Promosi Pameran Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata Trindiana M. Tikupasang terpukau. Trindiana bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, mengunjunginya, saat pembukaan Gebyar Wisata Banten dalam Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara 2017, di JCC, Jakarta, Jumat (12/5). Keahlian menenun kain itu ia kuasai sejak usia 7 tahun. “Ibu yang ajarin nenun,” kata Lina.
Satu helai kain songket ditawarkan dengan harga Rp75 ribu. Sedangkan untuk kain yang lebih lebar dihargai Rp350 ribu. Untuk menghasilkan kain songket, Lina mengaku membutuhkan waktu satu minggu. Sedangkan untuk kain yang lebih lebar ia memerlukan waktu hingga satu bulan.
Pada pameran wisata internasional tersebut, Dinas Pariwisata Banten memperkenalkan destinasi wisata Banten 7 Wonders yaitu Banten Lama, Anyer Carita, Baduy, Sawarna, Cisadane, Ujung Kulon, dan Tanjung Lesung. Pameran itu juga menampilkan potensi unggulan wisata dan UKM di 8 kabupaten dan kota yang ada di Banten.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengaku sengaja menampilkan kearifan lokal dari Kabupaten Lebak secara penuh. “Ciri khas Banten salah satunya kearifan lokal masyarakat Baduy. Kita hadirkan penenun, supaya pengunjung mengetahui bagaimana produk tenun asli dari Baduy,” kata Eneng.
Promosi wisata tingkat nasional ini diharapkan, dapat mempromosikan tujuh wisata unggulan 7 Wonders Banten. Di tahun 2015, Kementerian Pariwisata mematok target kunjungan wisata dari lokal sebanyak 14,5 juta pergerakan wisatawan. Di tingkat mancanegara Kementerian menargetkan 127 ribu orang. Banten juga menampilkan menampilkan seni musik dari para seniman asal Banten saat Banten Day, Kamis (11/5). (You/Anda)

0 Comments