Pasca Tsunami Korban di Pengungsian Desa Pasauran Kabupaten Serang Mulai Terjangkit Penyakit Demam


SERANG, bantenhariini.com – Korban tsunami di Perairan Selat Sunda beberapa hari yang lalu, saat ini kondisinya mulai memprihatinkan karena ada beberapa diantaranya telah terjangkit penyakit Demam. Oleh karena itu petugas Puskesmas Kecamatan Cinangka hari ini Selasa, (25/12/2018) langung mendirikan 4 Posko Kesehatan, Adapun ke empat Posko Kesehatan tersebut diantaranya, di Desa Pasauran, Desa Bulakan, Desa Karang Suraga dan Desa Umul Tanjung.

Kepala Desa Pasauran Agus Japar mengatakan, beberapa diantaranya para pengungsi ada yang telah terjangkit penyakit Demam. Menurutnya penyakit tersebut tergolong biasa karena disebabkan oleh Faktor Cuaca yang tidak menentu. “Yah pak, ada beberapa diantaranya yang terkena penyakit demam, namun sudah ditangani oleh petugas kesehatan yang ada di Pos Pengungsian Pasauran ini, berdasarka data sampai hari ini (Selasa 25/12) tercatat ada sekitar 14 warga yang terkena Demam,” ujar Agus saat ditemui dilokasi pengungsian, Selasa (25/12/2018).

Meski demikian lanjut agus, kondisi para pengungsi yang ada di Desa Pasauran saat ini
Masih tergong aman. “Secara keselurhan sampai saat ini di Pos pengungsian masih termasuk aman. Karena Bantuan Logistik masih terus berdatangan dan tenaga medis sudah di siagakan,” jelasnya.

Agus menyampaikan, sebagian besar warganya masih belum mau kembali ke rumah masing-masing dikarenakan belum adanya himbauan dari pemerintah atau BMKG terkait situasi di perairan Selat Sunda sampai saat ini. “Warga disini masih belum pada mau pulang kerumahnya masing-masing, karena mereka masih merasa takut dengan adanya kejadian Tsunami kemarin. Katanya sih kalo belum ada pemberitahuan yang pasti dari pemerintah mereka lebih baik bertahan di pengungsian,” terangnya.

Maka dari itu, dirinya berharap kepada pemerintah agar dapat lebih siap siaga dalam menangani bencana alam di Indonesia. “Kejadian tsunami kemarin menurut saya pemerintah kecolongan, karena kejadiannya tidal ada tanda sama sekali. Tidak ada angin kencang atau gempa tiba-tiba air laut naik aja dan langsung menerjang warga sekitar pesisir,” tukasnya. (Rohman)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *