TANGERANG, bantenhariini.com – Jika selama ini datang ke perpustakaan maka, mata kita akan disuguhkan dengan barisan rak-rak buku yang berjajar rapih.
Ribuan buku baik lokal maupun dari luar dipastikan hadir dan berada di rak-rak tersebut menunggu warga untuk dibaca.
Namun di era digitalisasi jauhnya tempat atau lokasi perpustakaan yang selalu menjadi salah satu alasan warga malas untuk datang ke perpustakaan untuk membaca dan meminjam buku kini sudah tidak menjadi kendala.
Generasi milenial yang gemar menggunakan gadget kini, bisa mengakses keberadaan buku bacaan dengan perpustakaan digital, pelajar atau masyarakat umum bebas mengakses dan membuka koleksi buku yang diinginkan untuk dijadikan bahan referensi bacaan.
Demikian dikatakan Kadis Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang R Asep Musa Permana saat Launching Perpustakaan Digital, Kamis (13/12/2018) di GSG Tigaraksa.
“Jaman berkembang dengan kemajuannya, sebagai pelayan, kita juga terus berupaya memfasilitasi akan kebutuhan masyarakat tersebut, satu diantaranya dengan digitalisasi perpustakaan,” ujarnya.
Menurut Asep, jika jarak serta akses transportasi yang menjadi kendala masyarakat untuk datang ke perpustakaan, maka digitalisasi adalah solusinya.
“Kemudahan digitalisasi ini, memangkas jarak dan ruang serta waktu bagi masyarakat yang akan mendatangi perpustakaan, untuk membaca buku,” ucap Asep.
Asep menambahkan, perpustakaan digital ini bisa diakses dengan menggunakan Android atau telpon pintar maupun personal komputer.
“Cukup dengan mendownload i Tangkab melalui App Store, kita bisa berada didalam perpustakaan digital dan bebas melakukan aktifitas membaca koleksi buku,” katanya.
Sementara itu Maman Suherman pegiat Literasi buku mengatakan, saat ini ratusan juta pengguna telpon pintar masih terjebak dalam aktivitas media sosial, yang hanya sibuk dengan bercatting ria semata.
“Perpustakaan digital ini tidak semata-mata sebagai ajang untuk menghabiskan kuota pulsa penggunanya, namun lebih dari itu, didalam perpustakaan digital kita juga bisa menjadi penulis dan produsen buku yang bisa menghasilkan Rupiah,” ungkap pria berkepala pelontos ini.
Ia menyebut budaya baca atau Iqra akan mengantarkan si pembacanya sebagai manusia yang unggul dalam berbagai bidang karena memiliki pengetahuan serta ilmu yang mapan.
“Dengan membaca dan kita bisa lebih tahu dan apa yang menjadi kebutuhan pangsa pasar, digitalisasi perpustakaan juga bisa mengantarkan kita sebagai pengusaha tanpa sadar, karena ketika kita kreatif memanfaatkan internet maka rupiah akan mengalir dengan sendirinya kedalam rekening kita, termasuk dalam I TangKab ini”, papar Maman.
Launching perpustakaan digital sendiri dihadiri ratusan siswa beserta tenaga pengajar, pegiat taman bacaan serta pegiat Literasi di Kabupaten Tangerang.
(Andika/Mak/Tribunnews)

0 Comments