TANGERANG, bantenhariini.com – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membuka Musyawarah Perencanaan pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Banten 2018. Tjahjo mengungkapkan, perencanaan pembangunan harus efektif dan efisien. “Fokus pembangunan harus direncanakan dengan baik, dan pelaksaannya juga harus dilakukan dengan baik. Seperti pembangunan Infrastruktur sosial, ekonomi, politik yang lebih mantap kondusif sesuai dengan program kerja kepala daerah terpilih dan bapak Jokowi sebagai presiden,”ungkap Thahjo Kumolo, di Allium Hotel, Kota Tangerang, Senin (10/4/2017).
Tjahjo meyakini jika perencanaan dan keselarasan antara pemerintah pusat, daerah hingga kabupaten kota berjalan dengan baik, maka berbagai perencanan baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang akan terwujud. “Yang penting perencanaan programnya bagus, menyusun anggarannya bagus, memastikan berjalan dengan baik, cermati juga area rawan korupsi, cermati juga area rawan bencana,” katanya.
Mendagri juga memberikan tujuh prioritas Pembanguanan Provinsi Banten tahun 2018. Seperti penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan kesejahteraan sosial, peningkatan daya saing SDM, peningkatan daya saing perekonomian, peningkatan kualitas pelayanan sarana dan prasarana wilayah.
Sementara itu, Pejabat Gubernur Banten Nata Irawan mengatakan, Musrembang dilakukan untuk penajaman terhadap RKPD Banten 2018. ” Tujuan Musrembang adalah menyelaraskan program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah dengan arah kebijakan prioritas dan sasaran pembangunan nasional,” ujar Nata.
Pada Musrembang Kali ini Provinsi Banten menargetkan pencapaian indikator makro pembangunan sesuai dengan yang tercantum dalam RKPD tahun 2018. Targetnya yaitu, Indeks Pembangunan Manusia sebesar 71 persen, laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen, penurunan penduduk miskin hingga 5,3persen, angka pengangguran terbuka hingga 7,8 persen. Musyawarah tersebut diselenggarakan selama satu minggu hingga 17 April 2017 nanti. (Anda)

0 Comments