Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang resmi menetapkan jajaran kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yakni K.H. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim sebagai Ketua Umum PBNU terpilih. Menanggapi nahkoda baru jam’iyah terbesar di Indonesia tersebut, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten, K.H. Hafidz Gunawan, menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan kesiapan jajarannya untuk langsung bergerak cepat.
Abi Hafidz tersebut menyatakan PWNU Banten siap menyelaraskan arah kebijakan PBNU periode baru di bawah arahan pimpinan baru, dengan fokus utama pada penguatan dan percepatan kemandirian ekonomi warga Nahdliyyin di wilayah Banten.
“Kami mengucapkan selamat atas terpilihnya K.H. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim sebagai Ketua Umum PBNU, yang baru di Muktamar ke-35 Jombang. PWNU Banten siap gaspol mengawal dawuh beliau berdua serta membumikan program strategis PBNU, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi umat,” ujar Abi Hafidz, Sapaan Akrab Kiyai di sela-sela kegiatan Muktamar, Jombang, Senin (31/08/2026).
Menurutnya, Banten memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, baik di sektor pertanian, kelautan, UMKM, hingga ekonomi syariah. Oleh karena itu, di bawah kepemimpinan PBNU yang baru, PWNU Banten akan memperkuat jejaring Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis pesantren dan warga NU, serta mendorong tata kelola ekonomi warga yang mandiri dan berdaya saing.
”Kemandirian ekonomi adalah fondasi penting agar jam’iyah NU semakin kuat dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Kita ingin Banten menjadi salah satu percontohan kemandirian ekonomi Nahdliyyin,” tegasnya.Muktamar ke-35 NU di Jombang sendiri berlangsung dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Dengan terbentuknya kepemimpinan baru ini, seluruh jajaran PWNU Banten optimistis NU akan semakin solid dalam mengemban misi keumatan, kebangsaan, dan kemandirian ekonomi di masa mendatang.

0 Comments