TANGERANG, bantenhariini.id – Kaki kanan yang diamputasi tidak menjadi alasan M Rizal untuk berhenti menjadi pelatih bela diri. Pada tahun 2010, Rizal mengalami kecelakaan sepeda motor yang membuatnya kehilangan kaki di tahun 2013. Meskipun menggunakan kaki palsu Rizal tetap melatih di sanggar yang terletak di Jalan Siswa Raya, Belendung, Benda, Kota Tangerang.
“Saya bersyukur walaupun ada kekurangan, tapi karena doa dan semangat saya yang tidak mengurangi setidikpun untuk menyerah. Walaupun siang ada di rumah dan malem di sanggar untuk melatih,” kata Rizal, Senin (20/07).
Rizal menjelaskan bahwa ilmu bela diri yang ditekuninya didapat turun temurun dari engkong sampai ke orang tua.
“Saya masuk generasi ke 3 dalam seni bela diri Betawi ini. Latihannya seminggu 4 kali. Biasanya saya banyak istirahat karena tidak bisa berdiri lama,” ujar pria berusia 46 tahun ini.
Rizal berharap anak-anaknya dapat menguasai ilmu bela diri. Rizal selalu memberi contoh pada 4 anaknya untuk selalu sabar. “Karena menjalankan kesenian bela diri ini butuh proses dan waktu,” ujarnya. (Sania Larasati)

0 Comments