SERANG, Bantenhariini.id – Kota Serang menjadi salah satu daerah sebagai lokasi aglomerasi proyek strategis nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, menyatakan bahwa pelaksanaan pembangunan sarana prasarana PSEL di Kota Serang pada batch kedua akan dimulai Agustus 2026.
”Batch pertama dimulai bulan Maret, dan batch kedua Kota Serang ini dimulai pada bulan Agustus 2026,” ujarnya.
Ia mengatakan tahap awal pelaksanaan yaitu menyiapkan dokumen lingkungan berupa AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) nomor 22 tahun 2021.
”Nanti datang dari kementerian juga melihat kondisi bagaimana bikin dokumen lingkungan berupa AMDAL, itu kan nanti semuanya ranahnya pusat,” katanya.
Farach menjelaskan bahwa PSEL akan mengolah semua jenis sampah menjadi energi listrik, kecuali limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Masyarakat juga diminta untuk memilah sampah.
DLH Kota Serang juga mengaku telah mensosialisasikan PSEL kepada masyarakat sekitar.
”Sudah sosialisasikan, kan ini berbarengan dengan kerja sama kabupaten (Serang), dengan Tangsel. Ini kan bagian yang tidak terpisahkan,” katanya.
Adapun kebutuhan sampah PSEL, Kota Serang membutuhkan sebanyak 1.000 ton sampah per hari.
Saat ini, yang baru menjalin kerja sama dengan Kota Serang baru Tangerang Selatan dan Kabupaten Serang.
”Cilegon akan menyusul pada 2028 setelah berjalan. Fasilitasi proses kerja samanya itu langsung kementerian (LH, Kemendagri dan Danantara) yang ngambil semua,” pungkas Farach. (Red/ RG)
PSEL di Kota Serang Digarap Agustus 2026, Dokumen AMDAL Dipersiapkan

0 Comments