Perkuat Ideologi Bangsa, Sarifah Ainun Jariyah Ajak Mahasiswa Jadi Pelopor Empat Pilar MPR RI


KOTA SERANG, Bantenhariini.id – Anggota DPR/MPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada para kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Kota Serang, Selasa (17/02/2026). Di hadapan ratusan aktivis, politisi yang akrab disapa Teh Sarifah ini melontarkan pertanyaan tajam mengenai relevansi nilai-nilai kebangsaan di tengah realitas sosial masyarakat Banten.

“Saya ingin bertanya kepada kalian: Apakah Pancasila di Banten saat ini hanya menjadi mantra yang dibaca saat upacara di alun-alun, namun kehilangan ruhnya saat masuk ke gang-gang sempit di sudut Kota Serang?” ujar Sarifah, disambut tepuk tangan riuh para kader GMNI.

Kritik Disparitas dan Keadilan Sosial
Dalam orasinya, Sarifah menyoroti kontradiksi besar yang terjadi di Provinsi Banten. Ia memaparkan bahwa meskipun Banten memiliki industri baja terbesar, gerbang internasional Bandara Soekarno-Hatta, dan konsisten masuk dalam lima besar investasi nasional, angka pengangguran dan kemiskinan ekstrem masih menjadi rapor merah yang nyata.

Ia secara khusus menyentil jurang pemisah atau disparitas ekonomi yang lebar antara wilayah Banten Utara yang gemerlap dengan pembangunan, dan Banten Selatan yang masih berjuang dengan keterbatasan.

“Di mana letak ‘Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia’ dalam angka-angka statistik itu? Apakah keadilan hanya mampir di gedung-gedung tinggi BSD, tapi tidak pernah sampai ke meja makan petani di Lebak dan Pandeglang?” tegasnya.

Empat Pilar sebagai pisau analisis
Lebih lanjut, Sarifah mengajak GMNI untuk tidak terjebak pada formalitas administratif dalam memandang Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). Ia menantang para mahasiswa untuk menjadi “Intelektual Organik” yang mampu menggunakan Empat Pilar sebagai pisau analisis untuk membedah masalah rakyat.

“Kita tidak butuh jawara yang hanya pandai bersilat lidah, kita butuh jawara yang mampu melakukan silat pemikiran demi kepentingan rakyat,” tambah Sarifah.

Menanggapi tantangan tersebut, Ketua DPD GMNI Banten, Zein Nasution, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Sarifah sebagai sosok “Sahabat Diskusi” bagi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa GMNI Banten siap mengawal dialektika ideologi tersebut dalam gerakan nyata.

“Kritik dan pemaparan Ibu Sarifah adalah amunisi bagi kami. Ini menjadi pengingat bahwa beban sejarah yang kami pikul setelah pelantikan ini adalah memastikan Pancasila benar-benar membumi di Banten, bukan sekadar slogan,” tutur Zein.

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *