SERANG, bantenhariini.com – Seba Negeri atau memberi kepada negeri sebagai ucapan terima kasih atas pertanian dan ekonomi yang telah dihasilkan dari petani daerah dimaknai berbeda oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
Mereka menilai Seba Besar Negeri Kota Serang biasa dilakukan di setiap akhir tahun adalah untuk mengevaluasi kinerja, dan bukan hasil pameran pertanian saja.
Demikian diakui oleh Wali Kota Serang, Syafrudin sesuai acara Seba Besar Negeri Kota Serang, di Kesultanan Banten, Kecamatan Kasemen, Selasa (18/6).
Syafrudin mengatakan, hasil pertanian yang dibawa pada hari ini adalah inisiatif dari para lurah se-Kota Serang. Dirinya mengakui, memang sebagian hasil tani tersebut bukan dari petani, melainkan pemberian lurah.
Tetapi, kata Syafrudin, inti dari acara tersebut adalah untuk mengevaluasi kinerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kota Serang. “Mulai dari jumlah serapan anggaran dan program yang telah dihasil para OPD di Kota Serang selama 12 tahun berdiri,” jelasnya.
Lanjut Syafrudin, bahwa seluruh permasalahan yang ada di Kota Serang belum terselesaikan dan tidak ada perubahan sama sekali. “Makanya ini perlu dievaluasi, agar setiap program bisa dirasakan oleh masyarakat Kota Serang. Hingga penyerapan anggaran dapat terserap dengan baik,” katanya.
Seperti diketahui, dalam acara Seba Besar Negeri Kota Serang itu, banyak hasil bumi yang terdiri dari umbi-umbian, sayuran, buah-buahan hingga penganan khas Sunda. Hanya beberapa yang membawa beras lengkap dengan hewan ternak seperti ayam dan kambing. (FEB)

0 Comments