Menghina Presiden RI, Sekber Relawan Jokowi Laporkan Oknum ASN ke Polda Banten


SERANG, bantenhariini.com – Relawan Jokowi – Ma’ruf Amin yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Banten melaporkan akun Facebook bernama Rendra Nila ke Polda Banten terkait dugaan penghinaan kepada Presiden RI.

Koordinator Relawan Sekber Banten, Rudi Hermawan mengatakan, bahwa dilaporkannya akun Facebook bernama Rendra Nila, karena telah menghina Kepala Negara dengan ucapan Goblok. Padahal, kata Rudi, Rendra Nila adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten. “Saya kira, akun Facebook bernama Rendra Nila sudah tidak memiliki etika lagi. Karena telah menghina Pemimpin Negara dengan sebutan yang tidak baik. Makannya kita melaporkannya kepada Polda Banten, agar bisa diberikan tindakan. Sehingga kejadian ini tak terulang,” kata Rudi seusai laporan ke Polda Banten, Selasa(16/10).

Lanjut Rudi, tindakan yang dilakukan oleh Rendra Nila telah mencoreng nama baik Pemprov Banten, karena seharusnya ASN berprilaku netral dan tidak melakukan ujaran kebencian. “Jadi dia menyebarkan berita dari salah satu media online tempo.co, dan di situ di bubuhi catatan dengan bahasa sunda dan tulisan G*bl*k. Kalau kita menginterpertasikan itu adalah goblok, meskipun menggunakan tanda bintang dalam penulisannya,” Jelasnya.

Rudi Hermawan menyampaikan, Hal ini di lakukan bukan hanya bentuk pembelaan relawan terhadap Joko Widodo, tetapi ini pembelaan relawan terhadap demokrasi, agar demokrasi berjalan dengan baik. Bukan menjadi ajang caci maki, fitnah maupun penyebaran berita hoax. “Kami ingin semuannya bisa berjalan lancar, makanya kami melaporkan Rendra Nila. Supaya Demokrasi di Banten tidak ada keributan,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubid II, Dirkrimsus Polda Banten, AKBP Budi Barata menyampaikan, setelah menerima berkas laporan dari Relawan Sekber Jokowi – Ma’ruf Amin, akan segera melakukan pemanggilan dan klarifikasi terhadap oknum terlapor secepatnya. “Permohonan perlindungan hukum terkait adanya oknum ASN, mengenai postingan di Facebook akan kami cek dulu kebenarannya. Bahkan kami akan melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan. Jadi mohon sabar, karena butuh proses,” pungkasnya. (FEB).

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *