Mahasiswa Unjuk Rasa di Depan Kantor Pemkot Tangsel, Desak Airin Copot Lurah Non PNS


TANGERANG SELATAN, bantenhariini.com – Aksi unjuk rasa kembali terjadi di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan.

Kali ini, puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pamulang, Cabang Ciputat, berunjuk rasa mendesak Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany untuk segera mengganti tujuh lurah non PNS yang masih menjabat.

Mereka berunjuk rasa hingga sampai menutup bagian tengah jalan Maruga, Ciputat dan sempat membuat kemacetan, Kamis (29/11/2018).

“Mendesak Airin Rachmi Diany sebagai wali kota untuk segera ganti dan lantik tujuh lurah sesuai dengan amanat Undang-Undang,” ujar koordinator lapangan (Korlap) aksi, Arifin Jibril.

Menurut mereka, saat ini masih ada tujuh kelurahan yang dijabat lurah non PNS:
1. Lurah Ciater: Nasan Wijaya
2. Kurah Serpong: Abdul Hadi
3. Lurah Kranggan: Agus
4. Lurah Kademangan: Sair Taip
5. Lurah Sawah Baru: Naing
6. Lurah Serua Indah: Jedih Junaedi
7. Lurah Pondok Pucung Timur: Nasam

Dalam keterangan resminya, para mahasiswa itu juga mennyebutkan kejanggalan terkait berlarut-larutnya kondisi keberadaan lurah non PNS.
Kejanggalan lain juga terkait pengangkatan pengganti lurah non PNS yang dinilai kilat, setelah ada teguran dari pihak Kemnedagri.

“Tidak ada sanksi apapun dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendagri, untuk pelanggaran Undang-Undang yang berlangsung selama 10 tahun. Pengangkatan kilat yang diadakan pada hari sidak, dianggap sembrono dan tergesa-gesa tanpa perhitungan yang matang,” tertulis dalam keterangan resminya.

Ketika dikonfirmasi, Wakil Wali Kota, Benyamin Davnie, mengatakan, setelah pergantian belasan lurah non PNS, beberapa waktu lalu, hanya tersisa tiga lurah, yakni, lurah Ciater, lurah, lurah Serpong dan lurah Serua Indah.

“Hanya tiga orang dan SK (Sirat Keputusan) wali kotanya sudah ada di bagian pemerintahan,” terangnya.

Setelah sekira pukul 11.00 WIB, permintaan mereka untuk bertemu langsung Airin tidak mendapat tanggapan, mereka pun membubarkan unjuk rasa, dan mengancam akan kembali jika dalam tujuh hari, tuntutan mereka belum dijalankan.

 

 

(Sumber: Tribunnes)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *