Korupsi di Mata Grup Band


SERANG, bantenhariini.com – Perayaan Hari Anti Korupsi Internasional tahun 2017 dirayakan dengan cara berbeda oleh pemuda Banten.

Berbagai pertunjukan kreatifitas ditampilkan untuk merayakan HAKI.
Acara yang diisi dengan penampilan Ubrug Sentra Agata, Rambo Serang, Nakal Di Ranjang (NDR), Tongkat Kayu, dan grup regae Momonon. Di dalamnya disisipi Deklarasi Generasi Muda Anti Korupsi.

Salah satu perwakilan yang mengisi acara Gruf Musik ‘Tongkat Kayu’ Yonansef mengungkapkan, bahwa korupsi yang disebut olehnya koruptor itu bukan harus dihukum, tapi di rukiyah karena itu menyangkut rohani

“Koruptor itu jangan di buih (hukum-red) tapi di rukiyah karena itu penyakit hati,” ucap Yonansef didampingi gruf Tongkat Kayu, seusai perfom di cafe Salbai, sabtu (9/12).

Pihaknya meyakini, Kata Yonansef, jika dengan dilakukan rukiyah pelaku akan berpikir dan sadar hatinya tidak melakukan korupsi lagi.

“Saya yakin pasti pelaku akan tobat dan tidak melakukan hal yang sama jika di rukiyah, kan hatinya yang disadarkan,” jelasnya.

Sementara itu, Salah satu perwakil Momonom, Gojil mengaku, bahwa korupsi bisa terjadi kapan pun dan dimana pun. Bahkan bisa setiap waktu.

“Oleh karenanya harus dilawan secara tegas. Seperti halnya saya di musisi musik saya, apabila ada yang telat saya kenakan sanksi 500 ribu, ini pun untuk mengatisipasi Korupsi waktu,” tandasnya. (FEB).

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *