Warga Keluhkan Suara Bising Pabrik Baut


TANGERANG, bantenhariini.com – Warga Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, mengeluhkan pabrik baut yang berada di lingkungan RT 03/RW 15 lantaran suara bising berasal dari pabrik tersebut yang mengganggu setiap hari.

Pantauan di lokasi, suara bising mesin terdengar hingga ke dalam rumah warga. Selain itu juga tidak terdapat plang nama usaha, sehingga tidak diketahui pabrik bidang dan lokasinya dengan jelas.

Muhadi, warga setempat mengatakan, pabrik tersebut adalah tempat pembuatan baut. Dari aktivitas pabrik ini dirinya bersama warga yang lain sangat terganggu. Terutama saat malam hari, karena suara pabrik beroperasi 24 jam.

“Lokasi berada di tengah pemukiman, ditambah suara berisik jalan raya legok. Jadi, kalau malam suka terganggu kalau tidur. Harus bisa ada solusi terkait pabrik tersebut,” keluhnya, Rabu (15/8/2018).

Andre warga lainnya, mengatakan, terkait suara pabrik tersebut pihaknya meminta solusi kepada pemerintah untuk menangani permasalahan pabrik.

“Karena pabrik pembuatan baut tersebut selain membuat polusi suara juga membuang limbahnya melalui saluran air kami. Saya harap pemerintah daerah memindah lokasi tersebut karena sangat dekat dengan pemukiman,” tukasnya.

Ia menduga pabrik tidak memiliki izin pendirian dan kajian lingkungan.

Sehingga menimbulkan permasalahan bagi lingkungan di sekitar.

“Apalagi sekarang pabrik tersebut beropersi hingga larut malam, bahkan 24 jam. Sedangkan para pemilik rumah membeli rumah di Kabupaten Tangerang dengan harapan mendapat hunian yang nyaman dan aman,” terangnya.

Sementara, Camat Kelapa Dua Dadan Gandana mengatakan, Ia sudah menerima laporan terkait pabrik baut tersebut.

Ia pun sudah memerintahkan Lurah dan beserta jajaranya, untuk memantau pabrik.

“Iya sudah dengar keluhan warga. Sudah saya intsruksikan lurah dan jajaran kecamatan untuk ke lokasi. Namun saya belum dapat laporan resminya, hasil peninjauan ke pabrik,” katanya.

Camat menjelaskan, lokasi pabrik memang sangat berdekatan dengan rumah warga.

Dan keberadaan pabrik memang sudah ada sebelum perumahan berdiri.

Pihaknya akan mencoba mencari solusi terkait hal itu. Apakah pabriknya harus tutup, namun kesepakatan dengan pengembang perumahan.

“Nanti kita cari solusi. Kalau memang harus tutup, apakah mau pengembang membeli lahan pabrik tersebut, atau bagaimana nanti. Kami akan musyawarah antar pihak dulu,” tandasnya.(Setia)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *