PANDEGLANG, bantenhariini.com – Beredarnya iklan kegiatan modeling dan juga kontes waria yang akan digelar di wisata Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, tersebar di jejaring media sosial membuat resah warga.
Miss Waria Banten itu, gegerkan warga internet (warganet) setelah sebuah pamflet iklan terkait kegiatan diposting oleh salah satu akun di grup jejaring sosial media, pada hari Senin tanggal 2 Juni 2018. Dalam pamflet tersebut, tertulis penyelenggara acara Penobatan Model dan Miss Waria ini adalah RD Management, yang rencananya akan digelar pada hari Minggu 22 Juli 2018 mendatang.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengaku tidak pernah ada komunikasi akan adanya kegiatan Miss Waria, dan akan menindaklanjuti beredarnya pamflet penobatan model dan Miss waria di Media Sosial (Medsos).
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Salman Sunardi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa(3/7).
Salman juga menghimbau, kepada masyarakat Kabupaten Pandeglang untuk tidak terpengaruh oleh pampfet tersebut, dan Pemkab Pandeglang akan menjamin tidak ada acara Miss Waria.
“Kami akan menolak penuh acara Miss Waria ini, dan kami minta masyarakat pandeglang jangan terpengaruh Pamflet tersebut,” jelasnya.
Sisi lainya, Pengelola Restoran akhirnya membatalkan rencana kegiatan penobatan Miss Waria Banten 2018 yang akan digelar pada 22 Juli 2018 mendatang, karena banyak menuai kecaman dan penolakkan dari warga, Ormas, OKP dan pihak lainnya.
“Awalnya ada 3 orang yang memesan tempatnya untuk acara makan-makan yang digelar dari pukul 12.00 siang sampai dengan 17.00 sore. Namun setelah melihat brosur acara yang dibawa pemesan ternyata berbeda, dan bukan hanya makan-makan tetapi ada acara lainya seperti penobatan Miss Waria Banten. Makanya kami langsung membatalkan acara tersebut,” Ungkap Robi salah satu Pengelola Restoran Pantai Pasir Putih saat dihubungi melalui telepon seluler.
Robi menjelaskan, awalnya tempat yang akan diselenggarakan acara Miss Waria dipesan untuk makan-makan, dan meminta disiapkan makan untuk 100 orang. “Kebetulan waktu memesan mereka tidak membawa serta brosur acara yang bakal digelar. Jadi kita kurang tahu acaranya seperti apa, karena belum ada brosurnya, dan hanya bilang makan-makan,” jelasnya. (FEB).

0 Comments