Ratusan Kades Dilatih Agar Desa Tangguh Hadapi Bencana


SERANG, Bantenhariini.id – Ratusan Kepala Desa (Kades) di Provinsi Banten dilatih Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten agar desa dapat lebih tangguh dalam menghadapi bencana.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan pelatihan tersebut bertujuan aga Kades dapat memahami penanggulangan bencana dan tangguh terhadap bencana. Paling tidak dapat meminimalisir adanya korban jiwa.

Hal itu, dikarenakan penanggulangan bencana tidak dapat hanya dilakukan BPBD Provinsi Banten. Melainkan membutuhkan peran stakeholder lainnya, bahkan masyarakat itu sendiri.

“Jadi kita harapkan, masyarakat bukan hanya tanggap ketika bencana terjadi tetapi juga sebelum terjadi juga masyarakat bisa memahami potensi bencana yang ada di sekitarnya,” katanya kepada awak media di Dewiza Convention Hall, Kota Serang, Rabu (2/8).

Kata dia, setelah pelatihan tersebut, masing-masing desa atau kelurahan di Provinsi Banten akan dibentuk kelembagaan desa tangguh bencana. Nantinya, lembaga tersebut akan memberikan pelatihan kepada masyarakat.

“Setelah dibentuk nanti di implementasikan, diharapkan nanti sampai kepada masyarakat dan ini akan terus kita lakukan pelatihan masyarakat tanggap bencana,” terangnya.

Masyarakat tanggap bencana sangatlah penting, sebab nantinya mereka dapat menganalisa, hingga memahami potensi bencana di sekitarnya. Sehingga mereka dapat mencegah terjadinya bencana.

Ia juga mengatakan saat ini di Provinsi Banten masih banyak desa yang belum membentuk desa tanggap bencana. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar pemerintah kabupaten/kota dapat menginstruksikan pembentukan desa tangguh bencana.

“Desa tangguh ini dari beberapa kabupaten/kota memang belum secara menyeluruh, tetapi kita kordinasi dengan BPBD di daerah agar desa yang belum ada lembaga desa tanggap bencana dapat segera dibentuk,” tuturnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan bahwa keberadaan desa tangguh bencana menjadi cita-cita bersama dalam ikhtiar meminimalisir dampak terjadinya bencana.

“Apa yang kita cita-citakan yang disebut desa tangguh, ini ikhtiar bila terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga prinsip kerja penanggulangan bencana. Pertama mulai dari mitigasi, atau pra bencana, Tahap pencegahan dan mitigasi bencana dilakukan untuk mengurangi serta menanggulangi resiko bencana.

Kemudian, tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi biasa dilakukan setelah terjadinya bencana, dan tahap terakhir yakni promotif untuk saling mengingatkan kepada masyarakat.

“Termasuk memberikan pemahaman kepada masyarakat itu penting, karena bila terjadi yang tidak diinginkan kita punya ketahanan,” pungkasnya. []

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *