Petahana Berguguran, Wajah Baru Melenggang ke Senayan


SERANG, bantenhariini.com – Pileg 2019 di Banten mengalami kejutan. Hal tersebut terungkap berdasarkan data hasil Rekapitulasi Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten, Senin (13/5/2019), yang banyak memunculkan wajah baru.

Seperti halnnya di dapil 1 Banten, Kabupaten Pandeglang-Lebak dan dapil 3 Tangerang Raya. Para petahana banyak yang berguguran dan digantikan oleh para caleg pendatang baru.

Salah satunnya, di dapil Banten 1, terjadi persaingan di internal Partai Gerindra. Caleg petahana, Anda, harus terlempar dan digantikan oleh Wakil Ketua DPRD Banten Ali Zamroni yang mencoba naik tingkat mencalonkan diri ke DPR RI, teryata berhasil. Ali Zamroni memperoleh 56.792 suara, dengan menggeser Anda yang hanya mendapatkan 50.140 suara.

Tidak hanya itu, persaingan antar caleg di internal pun terjadi di Partai Demokrat. Petahana Vivi Sumantri Jayabaya, harus mengakui Rizki Aulia Rahman Natakusumah dengan raihan 56.123 suara. Sedangkan Vivi hanya 53.446 suara.

Teryata Rizki Aulia bukanlah orang baru bagi warga Pandeglang. Karena, Rizki merupakan putra dari Dimyati Natakusumah, suami Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Bahkan satu kursi DPR RI dapil Banten 1 pun, telah diisi oleh ayahnya Rizki, Dimyati Natakusuma. Dimyati yang tahun ini berpindah partai ke PKS dari PPP, berhasil mencatatkan suara individu caleg tertinggi dengan perolehan 67.150 suara.

Sementara untuk 3 kursi lainnya, diisi oleh petahana dari Partai PDIP, Hasbi Asyidiki Jayabaya dengan 40.181 suara, dan Istri Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, Adde Rosi Khaorunnisa dari Partai Golkar dengan suara paling tinggi sebesar 72.461 suara serta Iif Miftahul Khoir dari PPP dengan 49.993 suara.

Dominasi wajah baru juga terjadi di dapil 3 Banten Tangerang Raya. Tercatat, hanya ada 4 petahana yang berhasil mempertahankan kursinya di Senayan.

Mereka adalah Sufmi Dasco Ahmad dari Partai Gerindra dengan raihan 99.002 suara, Marinus Gea dari PDIP dengan 41.471 suara, Andi Achmad Dara dari Partai Golkar dengan 84.111 suara dan Ali Taher dari PAN dengan 71.945 suara.

Sedangkan 6 kursi sisanya, berhasil direbut oleh para tokoh lokal yang meramaikan bursa persaingan menuju Senayan. Di antaranya, dua kursi diperolah PDIP yaitu, Rano Karno dengan 274.294 suara dan Ananta Wahana 26.662 suara.

Mantan politisi Partai Hanura yang sekarang berlabuh ke PKB, Rano Alfath dengan 83.416 suara, dan Martina dari Partai Gerindra dengan perolehan 28.539 suara. Selanjutnya, Mulyanto dari PKS dengan 74.772 suara dan Zulfikar dari Partai Demokrat dengan 60.064 suara.

Pengamat politik Untrita, Leo Agustino mengatakan, kejutan sejumlah wajah baru yang berhasil menggeser kursi petahana di Senayan terjadi karena sejumlah faktor.

Salah satunya, kata Leo, kuatnya efek ketokohan dari para caleg penantang yang sudah tentu telah memiliki basis jaringan yang besar di wilayah dapilnya tersebut.

“Contohnya kan persaingan di Partai Demokrat. Vivi yang menjadi petahana, harus tersingkir sama putranya Pak Dimyati. Warga Pandeglang tentu sudah tidak asing lagi dengan nama itu, hingga akhirnya memberikan keuntungan untuk Rizki ketika turun mencari suara di masyarakat,” kata Leo.

Leo juga mejelakskan, selain faktor ketokohan, persaingan antar kubu keluarga di dapil Pandeglang-Lebak ini, juga menimbulkan indikasi adanya pengerahan pemilih melalui pola vote buying atau jual beli suara.

Lanjut Leo, Indikasi itu diperkuat, lantaran salah satu persaingan yang terjadi di internal Partai Demokrat di dapil 1 Banten, melibatkan dua keluarga yang saat ini sama-sama menguasi wilayah Kabupaten Pandeglang dan Lebak.

Vivi yang merupakan petahana, masih kata Leo, didukung oleh keluarga Jayabaya yang saat ini menempatkan sepupunya, Iti Oktavia Jayabaya sebagai Bupati Lebak. Sementara di kubu Rizki, tentu akan disokong oleh ibunya Irna Narulita, yang saat ini berstatus sebagai Bupati Pandeglang.

“Fenomena ini sudah saya temukan saat saya bersama peneliti yang lain melakukan survei di beberapa daerah lain yang persaingan antar keluaganya sangat kuat. Jadi, tidak menutup kemungkinan kasus ini juga bisa terjadi di Banten, khususnya dapil 1 itu,” paparnya.

Sedangkan di dapil 3 Tangerang Raya, Leo menganggap, banyaknya wajah baru yang mendominasi kursi di Senayan, terjadi lantaran mereka merupakan tokoh politik yang sudah memiliki elektabilitas kuat di tingkatan lokal.

Sehingga, sambungnnya, saat mencoba peruntungan dengan naik tingkat ke persaingan caleg DPR RI, para pendatang baru tersebut sudah memiliki modal dan pengalaman yang kuat untuk bersaingan dengan para petahana.

“Di dapil 3 kan ada Rano Karno. Nama ini sudah tentu sangat popular di kalangan masyarakat. Nama-nama yang lain juga tidak jauh beda. Mereka minimalnya sudah punya modal politik di daerah sehingga masyarakat juga tidak asing lagi,” tuturnya.

Sementara, di dapil 2 Banten yang meliputi Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon, Leo beranggapan, bahwa kekuatan petahana masih belum mampu digoyang oleh para caleg baru. Tercatat, di dapil ini hanya mantan Walikota Serang Tb. Haerul Jaman dari Partai Golkar yang bisa menggeser petahana dengan raihan 76.147 suara.

Disusul Wakil Ketua DPRD Banten Nuraeni dari Partai Demokrat dengan 52.065 suara, dan Jajulu Juwaeni dari PKS dengan 68.538 suara.

Sedangkan jatah kursi sisanya, kata Leo, tetap didominasi oleh caleg petahana seperti politisi Partai Gerindra Desmon J Mahesa dengan raihan 103.837 suara, politisi PDI Perjuangan Ichsan Soelistio dengan 25.651 suara dan politisi PAN Yandri Susanto dengan 62.509 suara.

“Memang agak sulit untuk bersaing di dapil ini. Selain dapil neraka, caleg yang maju juga merupakan andalan di masing-masing partainya,” jelasnnya.

Ketua KPU Banten, Wahyul Furqon mengatakan, hasil pleno rekapitulasi ini akan diserahkan ke KPU RI untuk diplenokan kembali di tingkat pusat.

Meskipun sudah dapat dipastikan gambaran komposisi untuk 22 kursi DPR RI dari Banten, namun kata Wahyul, hasil rekapitulasi ini perlu menunggu keputusan penetapan terlebih dahulu dari KPU RI.

“Dalam beberapa hari ke depan kita akan melaksanakan pleno di KPU RI. Yang jelas, Alhamdulilah pleno rekapitulasi di tingkat Provinsi Banten saat ini sudah diselesaikan,” tandasnnya.(FEB)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *