SERANG, bantenhariini.com – Shaleh Idris Centre yang merupakan majelis yatim dan social care dari Muhammadiyah Banten mengadakan Yatim Camp. Kegiatan itu sebuah inovasi dari pesantren kilat yang biasa dilakukan masyarakat Banten namun dengan konsep kemah terbuka di alam.
Bendahara Yayasan Shaleh Idris Centre Budi Hidayat mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 60 anak yatim yang berasal dari seluruh Banten. Adapun tujuan dari kegiatan ini untuk mengisi bulan Ramadan dan membina anak yatim dalam pendidikan agama.
“Dalam tahun ini, titik fokus kita adalah terkait tahfidz Quran makanya tema kita adalah Turn on Quran, jadi kita akan mencoba mendidik anak kita ini untuk dapat menghapal Quran, yaitu di Juz 29 dan 30,” terang Budi di tempat pelaksanaan Yatim Camp, Senin (28/5/2018).
Selama tujuh hari ke depan, anak yatim yang mengikuti kemping tersebut akan didik dan dibina agar dapat menghapal kedua juz tersebut, yang kemudian akan diadakan perlombaan menghapal pada akhir kemping.
“Kami sebenarnya mempunyai metode menghapal Quran dengan cara lima jam untuk satu halaman. Namun karena mereka masih anak-anak, jadi mungkin belun tercapai secara menyeluruh,” lanjut Budi.
Sementara, Ketua Pelaksana Yatim Camp Usamah mengatakan, acara ini diagendakan untuk rutin dilakukan, dan tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Yatim Camp, sedangkan kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berupa pemberian santunan saja, namun juga beberapa ilmu terkait agama.
“Jadi tidak hanya memberikan bantuan sembako, pakaian baru dan sebagainya, akan tetapi kami juga akan memberikan ilmu yang bermanfaat bagi mereka,” jelas Usamah.
Menurutnya, tema yang diangkat saat ini dirasa memang menjadi kebutuhan bagi para anak yatim tersebut. Hal itu dikarenakan, dari hasil seleksi awal yang dilakukan, ternyata banyak anak-anak tersebut yang masih belum dapat membaca Alquran.
“Ini diwajarkan, karena ada yang sudah tidak ada bapak, atau tidak ada kedua orangtuanya, sehingga mereka tidak mendapatkan pendidikan agama yang layak. Bahkan ada yang ditemukan, kelas 6 SD masih belum bisa membaca Alquran,” ungkapnya.
Diharapkan, dengan adanya Yatim Camp ini, maka para anak-anak yatim dan dhuafa tersebut dapat lebih mencintai agama serta belajar dengan giat, sehingga dapat menepis hal-hal negatif yang saat ini berkembang di lingkungannya.
Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banten, M Asep Rahmatullah mengatakan, kegiatan ini didukung oleh banyak elemen masyarakat. Untuk pendanaan juga didasarkan pada penjualan pin serta donasi-donasi dari berbagai pihak, bahkan di luar Muhammadiyah.
“Ini sebagai bentuk tauhid dari sosialisme Islam,” tandasnya.(Feb/Setia)

0 Comments