Di Hut Banten Tercatat 24 Desa Masih Tertinggal, DPR RI Soroti Infrastruktur hingga Stunting


SERANG – Sebanyak 24 desa di Provinsi Banten disebut masih masuk kategori desa tertinggal. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah, terutama dalam mengejar pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang masih tertinggal.

Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijaya, mengatakan persoalan desa tertinggal tidak bisa diselesaikan secara instan.

Menurutnya, berbagai program pemerintah pusat saat ini terus diarahkan untuk memperbaiki kondisi masyarakat hingga ke wilayah pelosok.

“Kalau perintah Pak Prabowo mulai dibenahi, kenapa? Karena ada pembangunan Puskesmas, kemudian ada bantuan-bantuan sosial atau bansos,” ujar Novita usai menghadiri acara Perempuan Indonesia Raya (PIRA) di Banten.

Selain pembangunan Puskesmas, kata dia, pemerintah juga menjalankan program revitalisasi sekolah, Puskesmas, rumah sakit hingga tempat ibadah.

“Kemudian juga ada revitalisasi sekolahan, revitalisasi Puskesmas, rumah sakit, revitalisasi tempat ibadah. Kemudian MBG itu untuk yang stunting, kemudian macam-macam program dari Pak Prabowo,” katanya.

Novita menegaskan berbagai program tersebut membutuhkan proses karena persoalan desa tertinggal tidak hanya berkaitan dengan satu sektor.

“Pastinya ini berproses. Karena seperti ini kan enggak seperti membalikkan telapak tangan,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan yang dilakukan pemerintah secara bertahap mampu mengangkat desa-desa yang masih tertinggal menjadi wilayah yang lebih maju dan memiliki kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

“Kita harap nanti yang tertinggal, yang terluar itu bisa mulai menjadi desa yang bagus,” katanya.

Novita juga mengungkapkan berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), terdapat 24 desa di Provinsi Banten yang masih masuk kategori desa tertinggal.

Menurutnya, indikator desa tertinggal cukup beragam. Tidak hanya dilihat dari kondisi infrastruktur, tetapi juga menyangkut persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kalau desa tertinggal itu pastinya daerahnya infrastrukturnya kurang, kemudian jumlah stunting, anak-anak stunting itu tinggi,” jelasnya.

Selain itu, tingkat pendapatan masyarakat juga menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.

“Kemudian yang pendapatannya rendah tinggi, macam-macam itu indikatornya,” imbuh Novita.

Ia menilai berbagai persoalan tersebut kini mulai dibenahi pemerintah melalui sejumlah program pembangunan dan bantuan sosial.”Indikatornya dan pastinya ini mulai dibenahin oleh pemerintah pelan-pelan,” pungkasnya.***

Comments

comments


0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *