SERANG, bantenhariini.com – Banyaknya manfaat dalam melestarikan Lahan Basah, dan menjaga ekosistemnya dari dampak perkembangan kota.
Karena Lahan Basah sebagaimana diketahui, merupakan paru-paru dunia, yang bisa menangkal abrasi hingga menjadi rumah bagi biota laut.
Kasie Konservasi SDA dan Ekosistem, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten, Mohammad Haryadi mengatakan, bahwa pentingnya dalam menjaga Lahan Basah, bisa menyelamatkan jiwa manusia, sekaligus ekosistem Bumi. Maka itu, kata Mohammad Haryadi, diperlukannya kesadaran manusia, untuk melestarikan lahan basah.
“Apalagi di Banten ini terdapat hutan mangrove, yang memiliki manfaat sebagai paru-paru dunia dan bisa menangkal abrasi. Makannya perlu kita jaga secara bersama-sama,” ungkapnya saat menghadiri Talk Show, di Kantor Sultantv.co, dengan tema “Sejuta Manfaat Lestarikan Lahan Basah”, Jumat (1/2/2019).
Lanjut Mohammad Haryadi, manfaat dari Lahan Basah yaitu, bisa memenuhi segala kebutuhan dasar manusia, mulai dari minum, memasak, hingga mandi. Bahkan Lahan basah juga dapat menjadi wilayah yang kaya akan air tawar.
“Karena Lahan basah dapat menampung air hujan hingga bisa dimanfaatkan manusia, bahkan membantu peresapan air ke dalam tanah sebagai cadangan air bersih di dalam tanah bagi manusia,” jelasnya.
Tidak hanya itu, masih kata Mohammad Haryadi, Lahan Basah juga bisa menangkal banyak limbah berbahaya. Karena tidak sedikit limbah-limbah berbahaya tersebut yang kemudian tercampur ke dalam air. Akibatnya, air menjadi tidak layak untuk dikonsumsi.
“Saya kira, dengan Lahan Basah berbagai macam jenis tanaman yang tumbuh di dalamnya mampu menyaring dan membersihkan air dari limbah-limbah yang berbahaya. Penyaringan air dari limbah berbahaya yang berlangsung,” tegasnya.
Ditempat sama, Project coordinator Partner, Resillence Wetlends International, Susan Lusiana, M. Devcon menambahkan, Lahan Basah terdapat dua jenis. Yakni, Lahan Basah di pesisir pantai dan Lahan Basah di tengah daratan di antaranya sungai.
“Keduanya sangat banyak manfaat dan perlu dijaga ekosistem. Makannya, kawasan Lahan Basah tidak cocok jika dibangun gedung. Karena dapat menghambat pertumbuhan Lahan Basah tersebut,” tandasnya.
Seperti diketahui, dalam 100 tahun terakhir luas Lahan Basah di Indonesia telah berkurang sebanyak 64-71%. Sehingga jutaan orang telah kehilangan jasa lingkungan yang disediakan oleh Lahan Basah. Padahal Lahan Basah dapat mengurangi Risiko adanya Bencana alam. (FEB)

0 Comments