TANGERANG, bantenhariini.com – Eksistensi santri sudah diakui pemerintah. Seperti telah dibuatnya Hari Santri setiap tanggal 22 Oktober. Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Terpadu Jabal Nur KH A Saeful Millah mengatakan, dengan adanya Hari Santri memicu kuwantitas dan kualitas santri. Selanjutnya santri diharapkan menjadi agen perubahan atau pelopor dalam kebaikan. “Sebenarnya saat zaman perjuangan, kaum santri sudah menjadi pelopor dalam merebut kemerdekaan,” katanya kepada bantenhariini.com di Ponpes Modern Terpadu Jabal Nur, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (18/10/2017) siang.
Kata dia, setelah kemerdekaan perjuangan kaum santri seperti dilupakan. Bahkan oleh kalangannnya. Oleh karena itu dengan adanya Hari Santri yang ditetapkan pemerintah, agar kaum santri memahami fungsi dirinya. Santri harus bisa menjawab tantangan zaman. Seperti menjadi pelopor perbaikan dalam segala bidang.
Penasehat Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tangerang ini, mengakui bahwa saat ini dari kalangan santri sudah banyak menjadi tokoh dan publik figur di masyarakat. Tidak hanya di bidang pendidikan tetapi juga ekonomi dan politik.

Menurutnya, mereka bisa tampil di ranah-ranah publik itu lantaran memiliki ilmu, keterampilan dan moral yang baik. Sebaliknya, Ketua Dewan Pertimbangan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, ini merasa prihatin telah masuknya narkoba ke kalangan santri. Hal ini telah mencoreng institusi santri yang selalu mengedepankan ilmu dan moral yang baik. (Setia)
Editor: Wayang

0 Comments