Festival Saga Nagara 3 Padarincang Digelar, Dorong Lima Sektor Swasembada Pangan


SERANG, bantenhariini.id — Pembukaan Festival Saga Nagara 3 berlangsung meriah dan disambut antusiasme warga yang digelar di lapangan Rancanini, Desa Mangu, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, Jumat, (16/10/2026).

Acara ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

Ketua Pelaksana Festival Saga Nagara 3, Haris Munandar, menjelaskan bahwa Kabupaten Serang, khususnya Padarincang, memiliki potensi geografis dan agroklimat yang sangat mendukung sebagai lumbung pangan daerah Banten.

Namun di tengah tantangan modernisasi dan alih fungsi lahan, diperlukan langkah nyata untuk memperkuat kedaulatan pangan, regenerasi petani milenial, serta mengintegrasikan sektor pertanian dengan ekonomi kreatif dan pariwisata.

“Kegiatan ini digagas oleh komunitas Petani Jagatara yang bekerja sama dengan FK Gapoktan Kecamatan Padarincang, dengan mengusung tema “500 Tahun Petani Menjaga Nusantara untuk Serang Bahagia,” ujar Haris.

Ia menyampaikan, perhelatan besar ini sekaligus merangkai tiga momen penting sekaligus. Yakni memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS), Harlah ke-1 Petani JAGATARA, serta puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500 tahun.

Tujuan utama festival ini adalah mendorong terwujudnya swasembada pangan yang kuat melalui penguatan lima sektor utama ketahanan pangan, di antaranya pertanian, perikanan, peternakan, hortikultura, dan perkebunan.

“Selain itu, festival ini juga mendukung penerapan teknologi pertanian modern, yaitu Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang merupakan program unggulan Kementerian Pertanian di Banten,” ungkapnya.

Haris menyebutkan tantangan terbesar dunia pertanian saat ini adalah regenerasi. Melalui festival ini, disampaikan pesan kuat untuk membangkitkan kebanggaan generasi muda memilih profesi sebagai petani.

Tidak hanya itu, pertanian juga dikembangkan bersinergi dengan sektor pariwisata. Mulai dari regenerasi petani muda, promosi agrowisata dan ekonomi, sinergitas kemitraan, serta pelestarian budaya.

“Regenerasi petani muda untuk menggaungkan kembali kebanggaan berprofesi sebagai petani kepada generasi milenial. Kemudian, promosi agrowisata dan ekonomi kreatif untuk menjadikan Kabupaten Serang sebagai destinasi agrowisata unggulan. Sedangkan, pelestarian budaya untuk mengangkat seni dan budaya lokal sebagai identitas bangsa agar tetap lestari,” paparnya.

Adapun puncak rangkaian Festival Saga Nagara 3 Padarincang meliputi peluncuran produk unggulan Beras Jagatara dan lagu petani Jagatara Banten, 3.500 cosplay petani dengan berbagai kreativitas masing-masing.

Kemudian diramaikan dengan 1.000 penari kolosal petani Jagatara, parade 1.000 tarian tradisional Rudat khas Banten, pawai 500 traktor, karnaval kendaraan hias dengan membawa hasil pertanian, 50 anggota Jagatara Cerdas, 50 Anggota Jagatara Sehat, dan 50 Santri Jagatara.

Di area Pameran Agro Expo, UMKM dan Ekonomi Kreatif juga dibuka untuk mendorong transaksi ekonomi langsung dari masyarakat yang berkunjung di acara tersebut.

“Diperkirakan acara puncak dihadiri 10.000 orang, dengan rata-rata 1.000 pengunjung setiap harinya,” kata Haris.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Jagatara, Edy Ody Koesriadi, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat masyarakat Padarincang. Kini, Jagatara telah hadir di empat kabupaten di Provinsi Banten.

Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada ibu-ibu dan anak-anak yang telah berbulan-bulan berlatih menari, serta bapak-bapak yang telah bekerja keras menciptakan karya pawai mobil hasil bumi dari masing-masing desa.

“Semoga Jagatara bisa membawa manfaat untuk masyarakat khususnya di Kecamatan Padarincang. Mari bersama-sama kita bangun pertanian di Padarincang agar ke depan terbentuk petani-petani yang lebih maju lagi, lebih revolusioner lagi,” ujar Edy. (Red/ Roy)

Comments

comments


0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *