SERANG, bantenhariini.id — Langkah Pemerintah Kabupaten Serang dalam memassifkan penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah pusat.
Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten, menyebut Kabupaten Serang menjadi salah satu daerah pertama di Banten yang merespons secara nyata melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) khusus, sekaligus melaksanakan sosialisasi menyeluruh bagi seluruh jajaran satuan pendidikan.
Kepala BPMP Provinsi Banten, Aria Ahmad Mangunwibawa, yang hadir langsung sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi, menyampaikan apresiasi atas keseriusan Pemkab Serang yang dipimpin Bupati Ratu Rachmatuzakiyah, didukung Sekretaris Daerah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dalam memprioritaskan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi setiap peserta didik.
“Alhamdulillah, ini kegiatan yang sangat luar biasa. Apresiasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui kami perwakilan di Provinsi Banten. Pertama, dengan hadirnya Peraturan Bupati mengenai pembentukan Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman ini harus kita apresiasi sekali. Karena Kabupaten Serang termasuk yang pertama di Provinsi Banten merilis Pokja ini, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi,” ujarnya, Senin, (28/9/2026).
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut resmi dari kerangka peraturan yang berlaku secara nasional, yaitu Keputusan Menteri Pendidikan terkait pedoman pelaksanaan, serta Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Tujuannya, untuk memperkuat kapasitas seluruh satuan pendidikan dalam menerapkan prinsip-prinsip lingkungan belajar yang ramah anak secara menyeluruh.
Aria menjelaskan bahwa konsep BSAN tidak sekadar berkaitan dengan keamanan fisik semata, melainkan mencakup empat pilar utama yang saling melengkapi.
· Pemenuhan kebutuhan spiritual — memastikan lingkungan sekolah mendukung pengembangan nilai keagamaan dan moralitas peserta didik;
· Perlindungan fisik — menjamin keamanan dari kekerasan, perundungan, kecelakaan, maupun ancaman fisik lainnya di lingkungan sekolah;
· Kesejahteraan psikologis serta keamanan sosial-kultural — menciptakan iklim yang bebas diskriminasi, tidak ada perundungan, dan setiap anak merasa dihargai tanpa membedakan latar belakang;
· Keadaban dan keamanan digital — membekali peserta didik dengan kesadaran beretika bermedia serta perlindungan dari dampak buruk penggunaan teknologi.
“Keempat pilar ini menjadi satu kesatuan utuh. Tidak bisa ada yang terlewat, karena sekolah yang benar-benar aman dan nyaman adalah yang menjamin kesejahteraan anak secara menyeluruh, dari batin, raga, jiwa, hingga ke interaksi di dunia digital,” tegasnya.
Lebih jauh, Aria menegaskan bahwa upaya yang dilakukan Pemkab Serang ini sejalan langsung dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita keempat, yaitu menghadirkan sumber daya manusia yang unggul.
Pendidikan bermutu untuk semua tidak bisa dipisahkan dari kenyataan bahwa setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang melindungi dan mengembangkan potensinya secara maksimal.
“Pijakan kita adalah visi Bapak Presiden mengenai Asta Cita keempat untuk menghadirkan SDM yang unggul, yang kemudian diterjemahkan oleh kementerian menjadi pendidikan bermutu untuk semua. Dan itu diwujudkan nyata melalui hadirnya Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Artinya, apa yang dilakukan Kabupaten Serang hari ini adalah bagian dari membangun fondasi Indonesia yang lebih maju,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, tim narasumber dari BPMP juga memaparkan konsep, konteks, serta filosofi mendasar mengapa budaya sekolah yang kondusif ini harus dibangun dan dipelihara terus-menerus.
Bukan sekadar program sesaat, melainkan perubahan pola pikir dan budaya di setiap satuan pendidikan.Aria menegaskan komitmen BPMP Provinsi Banten untuk mendampingi Pemkab Serang dalam memassifkan implementasi BSAN, khususnya di jenjang SD dan SMP.
Langkah yang diambil Kabupaten Serang ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus rujukan bagi kabupaten dan kota lain di seluruh Provinsi Banten, agar tidak ada satu pun anak yang belajar dalam ketidaknyamanan, ketidakamanan, maupun ketidakadilan.
“Kami sekali lagi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Bupati, Sekda, serta seluruh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Serang. Semoga apa yang telah dirintis ini menjadi teladan dan membawa manfaat nyata bagi ribuan anak-anak di Kabupaten Serang, hingga lahir generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat,” pungkasnya. (Red/ Roy)

0 Comments