Kanker Serviks Bisa Dicegah, IWAPI Banten Dorong 1.000 Perempuan Ikut Screening


Serang – Dewan Pengurus Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia atau DPD IWAPI Banten mengajak wanita mewaspadai kanker serviks dan kanker payudara.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD IWAPI Banten Renny Fonda di sela-sela Rapat Pleno dan Seminar Kesehatan di Serang, Rabu 10 September 2026.

Diketahui, agenda tersebut merupakan program Wakil Ketua Umum Kesehatan DPD IWAPI Banten bekerjasama dengan Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia.

Agenda tersebut membahas bahaya kanker dan tumor yang berpotensi menimpa perempuan.Renny Fonda mengungkapkan, kanker serviks adalah pembunuh nomor 2 perempuan di Indonesia.

Menurut data Kementerian Kesehatan atau Kemenkes RI, setiap 1 jam ada 1 perempuan meninggal karena kanker serviks meski penyakit itu 90 persen bisa dicegah.

“Hari ini kita hadir, bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mengedukasi dan menyelamatkan. Saya melihat perempuan adalah tiang keluarga. Kalau ibunya sakit satu rumah goyang. Kalau perempuan sehat, ekonomi keluarga jalan, anak-anak terdidik, bangsa kuat,” katanya saat menyampaikan sambutan di hadapan puluhan peserta.

Dalam kesempatan itu, Renny Fonda meminta para perempuan meningkatkan kesadaran dengan mengenali gejala sejak dini dan segera melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengobatan jika ditemukan sebelum semakin parah.

“Jadi harus deteksi dini, kalau ditemukan segera obati jangan tunggu stadium 4. Vaksin HPV, Pap Smear, IVA Test. Itu semua sudah bisa diakses untuk pemeriksaan,” paparnya.

Dengan diadakannya seminar tersebut, ia berharap perempuan di Banten khususnya yang tergabung dalam IWAPI menjadi penggerak.

“Dari seminar ini kita pulang bukan hanya bawa ilmu, tapi bawa 3 teman untuk ikut cek kesehatan,” imbaunya.

Lebih lanjut, Renny berpesan kepada para wanita untuk tidak malu dan takut untuk melakukan cek kesehatan. Menurutnya, cek kesehatan merupakan bentuk cinta kepada keluarga.

“Mari kita jadikan acara ini awal gerakan. Target kita 1000 perempuan di Provini Banten sudah screening tahun ini. Saya berterima kasih kepada Ibu Yani Nirmalasari yang berkenan berbagi ilmu dan panitia WKU Kesehatan dan Ibu Linawati sebagai penyintas kanker dan peduli dg Kesehatan ibu-ibu iwapi,” pungkasnya.

Sementara itu, Konsultan Kanker Indonesia, Yani Nurmalasari mengungkapkan, penyakit kanker tidak akan mengerikan jika penanganannya cepat dan tepat.

“Jadi ketika kita tahu di tubuh kita misalnya ada benjolan, atau ada yang tidak enak kita wajib periksa ke dokter. Kadang ibu-ibu takut periksa lalu tiba-tiba sudah stadium lanjut, jadi pentingnya kita deteksi dini tubuh kita,” jelasnya.

Ia juga memaparkan upaya-upaya pencehan untuk perempuan agar tidak terserang kanker serviks dan kanker payudara kepapa puluhan peserta yang hadir dalam agenda tersebut.

Nirmalasari berpesan agar perempuan menerapkan pola hidup sehat dengan banyak memakan buah dan sayur, rajin olahraga hingga menjaga kebersihan area kewanitaan.

“Lakukan pencegahan sedini mungkin, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Saya sarankan ketika menstruasi ganti pembalut setiap 4 jam sekali, ganti pakaian dalam minimal dua kali sehari dan jangan gunakan pembersih area kewanitaan,” pungkasnya.***

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *