Kick Off Festival Duta Desa Gen Z Dimulai dari Serang, Mendes Yandri: Tinggal di Desa, Pendapatan Bisa Tajir Melintir


‎‎SERANG, bantenhariini.id – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, secara resmi melepas peluncuran atau Kick Off Festival Duta Desa Gen Z yang melibatkan seluruh 75.266 desa se‑Indonesia, dimulai langsung dari Alun-alun Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu, (29/8/2026).

‎‎Kegiatan ini berjalan di bawah arahan Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS) sebagai langkah nyata mewujudkan visi Presiden Prabowo, yakni membangun Indonesia dari desa demi pemerataan ekonomi serta menuntaskan kemiskinan.‎‎

“Kami di Kementerian Desa akan terus memadupadankan semua kekuatan yang ada, karena kata bapak Presiden, kita ini bukan Superman tapi super tim. Dan di sinilah kita semua berkolaborasi,” tegas Yandri.‎‎

Kemendes akan merangkul semua elemen mulai dari media massa, kampus, dunia usaha, pemerintah daerah, camat, kepala desa, dan terutama pemuda Gen Z untuk bersatu padu menggerakkan potensi desa.‎‎

Dengan semangat tagline “Tajir Melintir dari Desa”, Yandri ingin mengubah pola pikir masyarakat yakni tinggal di desa bukan berarti miskin atau kalah peluang. Tetapi justru bisa berpenghasilan melampaui warga kota.‎‎

Contoh bukti nyata yang sudah terlihat di antaranya pemuda Desa Kaliuni bisa mengantongi Rp50 juta sebulan. Ada pula BUMDes Tepi Langsat mencetak omzet Rp28 miliar per tahun, yang lain mencapai Rp17,5 miliar.

‎‎”Kemudian ada juga desa wisata yang sukses menyerap 100 tenaga kerja bekas penambang pasir,” ungkapnya.‎‎

Kemendes juga sedang menyusun desa‑desa unggulan tematik seperti desa petelur, melon, ikan nila, semangka, hingga desa ekspor yang produknya dapat dikirim ke 49 negara.

‎‎“Saya sendiri sudah beberapa kali memfasilitasi pengiriman langsung dari pelabuhan ke negara tujuan,” ungkap Yandri.‎‎

Politisi PAN ini menjelaskan, Festival Duta Desa Gen Z akan mencari duta‑duta terbaik dari ribuan desa untuk menjadi motor penggerak, mengembangkan desa ekspor, desa wisata, desa budaya, dan kreasi kreatif lainnya.

‎‎“Nanti saya sendiri yang akan memilih yang paling unggul,” janji Menteri.‎‎

Melalui tagline “Bangun Indonesia Bangun Desa” Yandri berpesan agar para pemuda tidak perlu minder meski tinggal di desa atau malu menjadi orang desa.

‎‎”Justru Gen Z‑lah yang akan menentukan ke mana arah pembangunan desa ini maju. Jadi tetaplah semangat, kompak, guyub, dan jaga persatuan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana sekaligus Duta Desa, Mandala Abadi Shoji, mengumumkan persyaratan dan tata cara pendaftaran, dan beragam hadiah luar biasa untuk para pemenang.‎‎

Ajang ini dapat diikuti oleh warga usia 16-38 tahun, punya kreativitas dan karya apa saja (wirausaha, kegiatan sosial, seni, budaya, atau inovasi lainnya) semua dipersilakan.

‎‎”Untuk panduan pendaftaran akan ditayangkan lewat tayangan video, cukup klik tautan yang tersedia lalu lengkapi data diri,” ujar Mandala.‎‎

Selebriti dan presenter program Termehek-mehek ini mengungkap keuntungan langsung mengikuti festival ini karena memberikan hadiah utama dan manfaat yang luar biasa besar.‎‎

Di antaranya terdaftar otomatis mendapat akses layanan‑program khusus Gen Z dari Bank BJB. Adapun hadiah utama adalah 1 unit rumah lengkap, disponsori penuh oleh APERSI.‎‎

“Kemudian, mendapatkan sertifikat resmi dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), berkesempatan terpilih menjadi Duta Desa Kemendes,” ungkapnya.

“Jangan tunda, potensi besar ada di tangan kalian. Buktikan desa‑desa Indonesia bisa lahirkan pemuda sukses dan tajir melintir,” ajak Mandala. (Red/ Roy)‎

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *