Inilah Penyebab Pengangguran di Banten Masih Tinggi


SERANG, bantenhariini.com – Banyakanya pendatang baru dari luar daerah menyebabkan tingginya angka pengangguran di Banten, sehingga potensi lapangan pekerjaan menjadi semakin sedikit.

Apalagi Provinsi Banten memiliki banyak kawasan industri padat modal dengan kebutuhan tenaga kerja sangat banyak, sehingga menarik datangnya banyak imigran dari berbagai daerah yang jumlahnya melampaui ketersediaan lapangan kerja.

Berdasarkan Data Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Oktober 2018 menunjukkan bahwa angka rata-rata pengangguran Banten sebesar 8,52 persen.

Data menyebutkan, tingginya migrasi dari luar daerah menyebabkan angka pengangguran di Banten menjadi semakin tinggi, Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPS Banten, Agoes Subeno saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/10).

Agoes mengatakan, bahwa saat ini, Kabupaten Serang masih memiliki angka pengangguran yang paling tinggi, dengan persentasi 12,78 persen. Sedangkan Kabupaten Tangerang sebanyak 9,70 persen dan Kota Cilegon 9,33 persen. Paling kecil adalah Tangerang Selatan sebanyak 4,67 persen.

“Saya kira, bahwa tingginya angka pengangguran di Banten disebabkan oleh banyaknya migran ke Banten untuk mencari pekerjaan. Sedangkan Provinsi Banten banyak terdapat lapangan pekerjaan yang menarik migran masuk untuk mencari pekerjaan. Ini pun tidak semuanya terserap oleh pasar kerja, sehingga menambah jumlah pengangguran di Banten,” ujarnya.

Kemudian, masih kata Agoes, bahwa jumlah penduduk Banten yang berkerja pada Oktober 2018 sebesar 5,33 juta orang, naik sekitar 25 ribu pekerja.

“Inipun rata-rata dari luar daerah Banten, sehingga lapangan pekerjaan menjadi semakin sempit. Bahkan orang Banten tidak memiliki kesempatan untuk bisa bekerja di daerahnnya sendiri,” tandasnya. (FEB)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *