TANGERANG,bantenhariini.com – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Tangerang mencatat banyak koperasi di Kota Tangerang yang tidak aktif. Saat ini kurang lebih 300 koperasi yang tidak aktif dari jumlah 900 koperasi yang terdaftar.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Sayuti mengatakan, keberadaan koperasi masyarakat kurang dilihat kecuali yang dimiliki instansi atau perkantoran.Itu karena pengelolaan yang kurang maksimal.
“Saya harap koperasi di Kota Tangerang dapat bangkit lewat keberadaan Koperasi Jaringan Bisnis,” katanya saat sambutan pada
syukuran Gudang Joint Buying Gudang Sembako Koperasi Jaringan Bisnis (KJB) di Pergudangan VIVO Bussines Park, Neglasari,Kota Tangerang, Kamis,(22/2/2018). Kata Sayuti, KJB yang merupakan koperasi primer atau masyarakat harus bisa mensejahterakan anggotanya, memfasilitasi UKM, dan umumnya memajukan perkoperasian Kota Tangerang.
Ketua Dewan Koperasi Daerah Indonesia (Dekopinda)Kota Tangerang Sofyan Iskandar mengatakan, agar kepengurusan koperasi cerdas dan menguasai teknologi. Terutama soal tekonolgi digitalisasi yang saat ini berkembang. Sehingga koperasi tetap eksis.”Kami minta di KJB bisa memberdayakan para UKM,”katanya.
Ketua KJB Muryatno Al Baro mengungkapkan, pembukaan gudang Joint Buying Gudang Sembako ini merupakan wujud kerjasama koperasi. Lewat kebersamaan ini ada bargaining.”Di sini kami punya produk dan anggota supaya sejahtera,” katanya.
Ia mengungkapkan, anggota KJB ada 80 orang. Memiliki mitra dengan Family Mart, Kurnia Mart, OkOc, dan juga 212 Mart. Produk yang didistribusikan yakni minyak sayur, gula pasir, mie instan, beras, dan telur ayam.
Pembukaan gudang Joint Buying Gudang Sembako ini didukung Dekopinda Kota Tangerang dan PT Adji Transindo.
“Saya mengharapkan kehadiran gudang ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata Siti Sundari, Komisaris PT Adji Transindo.(setia)

0 Comments