SERANG, bantenhariini.com – Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BPPTSI) pusat, menilai perguruan tinggi swasta di Banten tidak akan bisa untuk meningkatkan akreditasi A.
Hal itu karena terdapat dua faktor penyebabnya, pertama karena kurangnya dana penelitian yang disediakan pihak kampus dan kedua adalah dosen yang lebih senang mengajar dari pada melakukan penelitian.
Ketua Asosiasi BPPTSI Pusat, Thomas Suyatno mengatakan, bahwa terbatasnya anggaran penelitian dan kedua karter dosen lebih senang mengajar dari pada ketimbang melakukan penelitian.
“Ini adalah faktor yang menyebabkan kampus swasta di Banten menjadi semakin ketinggalan dalam hal peningkatan kualitas pendidikan,” ungkap Thomas saat ditemui di Unsera seusai acara Wisuda, Kamis(1/2).
Lanjut Thomas, seharusnya pihak kampus bisa menyediakan anggaran penelitian jurnal mencapai 15 persen dan tidak hanya 5 persen saja.
“Supaya pihak Dosen bisa lebih senang melakukan penelitian selama 3 bulan, dari pada hanya mengajar saja,” jelasnya.
Seperti diketahui, kata Thomas, dalam penelitian sendiri bisa menghabiskan anggaran mencapai 10 juta dan itu untuk tingkat Internasional.
Sedangkan tingkat Nasional, sambungnya, hanya menghabiskan anggaran sebesar 6 juta untuk satu artikel. “Tapi hingga kini kampus swasta di Banten belum bisa melakukan hal itu, karena memang keterbatasan anggaran,” ungkapnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Informatika, Mulya R. Rachmatoellah yang terpilih sebagai Ketua formatur Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BPPTSI) cabang Banten, mengakui, memang dalam peningkatan akreditasi A sangatalah sulit.
Terlebih, kata Mulya, memang masih banyak kekurangan yang terjadi di kampus swasta. “Tapi dengan adanya BPPTSI cabang Banten ini, untuk adanya diskusi dan pembahasan pertemuan dalam peningkatan pendidikan di kampus swasta,” kata Mulya yang juga sebagai pimpinanan yayasan Unsera.
BPPTSI Banten yang terdiri dari 24 Universitas swasta, dikatakan Mulya, pihaknya pun akan melakukan penyamaan presepsi dan menyelesaikan setiap permasalahan Universitas swasta yang terjadi.
“Apalagi sebentar lagi terdapat peraturan diperbolehkanya kampus luar negara mendirikan kampus di Indonesia,” ungkapnya seusai acara wisuda di kampus.
Pembentukan BPPTS wilayah Banten, masih dikatakan Mulya, merupakan amanat dari Ketua Umum Asosiasi BPPTS Indonesia Pusat Thomas Suyatno yang merupakan pemecahan dari kepengurusan Asosiasi BPPTS Indonesia Jawa Barat-Banten.
“Karena sebuah amanat, semoga saja kita bisa menggali mengenai pembahasan isu-isu yang dapat mempercepat akselerasi pengelolahan perguruan tinggi menjadi lebih baik, “ tandas Mulya. (FEB).

0 Comments