Ojek Online di Cilegon Dihimbau Tidak Pakai Atribut


CILEGON,bantenhariini.com – Mengantisipasi munculnya gesekan antara layanan transportasi ojek berbasis  jaringan (online) dan ojek konvensial di wilayah Kota Cilegon, manajemen menghimbau para pengemudi transportasi online di Kota Cilegon tidak memakai atribut jaket dan helm yang berlogo.

Nahrowi,33, seorang pengemudi ojek online menceritakan,saat sedang menunggu penumpang yang berbelanja di minimarket, dirinya didatangi dua orang perempuan dari kantor Gojek Serang.”Meraka meminta saya hari ini saat melayani konsumen  supaya tidak dulu memakai jaket dan helm berlogo Gojek,katanya untuk menghargai rekan-rekan sesama driver Gojek yang sedang aksi di Kota Serang,”ujarnya.

Mantan pengemudi ojek pangkalan itu juga menambahkan bukan hanya dirinya yang diminta tidak mengenakan atribut Gojek tetapi semua teman-temannya yang beroperasi di wilayah Cilegon.”Saya nngak ngerti kenapa sesama pengemudi ojek jadi kayak bermusuhan.Dulu saya ojek pangkalan pak, saya mangkal di BBS,” katanya dengan nada heran.

Nahrowi juga bercerita, setelah dia pindah ke ojek berbasis online, banyak temannya yang dia ajak gabung. “Ya di banding dengan ojek pangkalan mending gabung,sehari saya bisa dapat uang sekitar delapan puluh ribu rupiah,” ujarnya.

Dari pantauan,situasi di Kota Serang tidak merembet ke Cilegon.Di jalan protokol terlihat pengemudi ojek dengan memakai atribut Gojek lalu lalang. Di sekitar Statsiun KA Cilegon ojek konvensional yang mangkal persis di pintu masuk stasiun  menunggu dan menawarkan jasanya kepada penumpang kereta api yang baru turun,sementara tidak jauh dari tempat mereka beberapa ojek online berkumpul. (Pupu)

 

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *