Kampung Hijau Ketileng Barat “Oase” Ditengah Kepungan Industri


CILEGON,bantenhariini- Ditengah kepungan industri dan padatnya permukiman,Forum Kota Sehat Cilegon yang bekerjasama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mustika Sangkuriang berhasil menciptakan kampung hijau yang bersih dan sehat di Lingkungan Ketileng Barat,Kelurahan Ketileng.

Di atas lahan seluas 7.000 meter persegi yang sebelumnya gersang,mereka sulap menjadi lahan produktif,lahan dirubah menjadi lahan pertanian dan perikanan.

Anggota Forum Kota Sehat, Fredy Indradi menjelaskan saat ini lahan pertanian ditanami melon jenis stella. “Hari ini kami melakukan panen perdana buah melon jenis Stela ini adalah salah satu contoh kegiatan pemanfatan lahan yang terbatas. Lingkungan ditata dengan rapih dan bersih dengan tanaman yang menghasilkan. Setidaknya hasil dari panen ini bisa bermanfaat untuk kelompok wanita tani yang anggotanya dari masyarakat sekitar,” jelas Fredy Senin (13/11/2017).

Selain melon di tempat tersebut juga di terapkan Aquaponik yakni kombinasi dari akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah).
Sistem Aquaponik tidak memerlukan lahan yang luas,peralatannya pun memakai bahan-bahan bekas pakai.

Menurut Ketua PHRI Kota Cilegon ini sistem aquaponic cocok dan ideal untuk ketahanan pangan keluarga dalam memenuhi kebutuhan protein hewani dan sayuran yang 100 persen organik.

“Ke depan kami akan berencana menata lingkungan disini hingga menjadi kampung hijau dan sehat.Keberadaan lahan pertanian KWT Mustika Sangkuriang juga bisa menjadi temoat wisata pertanian kota atau urban farming,” ujar Fredy.

Acara panen perdana melon jenis stella dihadiri Asda II Pemkot Cilegon, Beatri Noviana, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian, Wawan Hermawan, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Heri Mardiana, Kadis Kesehatan dr Arriadna, Ketua Forum Kota Sehat Mohamad Najib, dan Pembina KWT Mustika Sangkuriang, Muslimin.

Assda II Beatri Noviana menyatakan mendukung penuh upaya Forum Kota Sehat yang ingin menjadikan area KWT Mustika Sangkuriang untuk dijadikan kampung wisata. Pihaknya meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bisa bersinergi dengan Forum Kota Sehat dalam berbagai macam kegiatan.

“Untuk mengembangkan Kampung Wisata ini bukan hanya OPD terkait yang harus melibatkan diri di dalamnya. Kita juga akan dorong agar dana Corporate Social Responsibility (CSR) nanti bisa untuk membantu kegiatan yang bagus ini,” papar Beatri.

Dirinya memaklumi kondisi lahan pertanian di Kota Cilegon sangat terbatas sehingga pemanfaatan lahan lingkungan bisa dimaksimalkan. Meski tantangannya sangat berat untuk mengajak dan memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lahan lingkungan. Namun ia optimis hal itu akan terwujud dengan semangat kebersamaan seluruh komponen yang ada.

“Untuk membangun Kota Cilegon kearah yang lebih baik itu tidak memerlukan lahan yang luas. Dengan lahan lingkungan milik masyarakat yang hanya sejengkal juga bisa kita kembangkan menjadi lahan yang produktif dengan pola tanam pertanian yang modern,” ungkapnya.

Sementara Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Heri Mardiana mengaku sudah bersinergi dengan Forum Kota Sehat yang sudah menjadikan KWT Mustika Sangkuriang sebagai Kampung Wisata. Setidaknya selain bisa sebagai Wisata Edukasi juga bisa menjadi wisata keluarga yang ingin belajar langsung tatacara pemanfaatan lahan lingkungan.

Penataan lahan lingkungan yang digagas Forum Kota Sehat sebagai Kampung Wisata itu dinilai memiliki banyak manfaat, selain lingkungan menjadi bersih dan sehat juga menjadi lingkungan yang indah serta memiliki nilai ekonomis.(Pupu).

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *