Pasar Lingkungan Larangan Berubah Jadi Lokasi Pertemuan Warga


TANGERANG,bantenhariini.com-Pasar Lingkungan di Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, berubah fungsi menjadi lokasi pertemuan warga. Sekitar 5 bulan lalu belasan pedagang hengkang dari pasar lingkunan dengan alasan sepi pembeli.
Pasar Lingkungan Larangan yang dibangun Pemerintah Kota Tangerang pada 2016 lalu awalnya untuk menampung sejumlah pedagang kecil yang ada di wilayah setempat. Selain itu untuk merapihkan lokasi pedagang kaki lima yang biasa mangkal di pinggir jalan dan tempat yang dilarang .
Namun kegiatan berjualan hanya bertahan beberapa bulan. Pedagang pada pergi ketempat lain. Alasannya berjualan di sini sepi pembeli.
Akhirnya warga setempat memanfaatkan tempat itu untuk kegiatan pertemuan warga. Warga juga ada yang memanfaatkan kegiatan silat dan pengajian. “Kalau abis magrib saya ngajar ngaji anak-anak di sini,” kata Titin Suroyo, warga setempat kepada bantenhariini.com, Senin (13/11/2017).
Titin juga kadang rutin membersihkan lantai gedung pasar lingkungan. Bahkan mengisi pulsa listrik bila sudah habis. Menurutnya, lantai pasar lingkungan kerap kotor. Terutama saat musim hujan dan dimanfaatkan bermain bola oleh anak-anak.
Lurah Larangan Utara Iwan Bambang Subekti telah membuat imbauan kepada pedagang agar kembali berjualan di pasar lingkungan. Namun imbauannya tidak diindahkan. Bahkan durinya telah membuat surat kepada pengembang Puri Beta supaya memagar lahan kosong milik pengembang yang masih dekat lokasi pasar “Dengan dipagar setidaknya mereka akan mencari tempat berdagang yakni di pasar lingkungan ini,” katanya.
Kondisi pasar lingkungan yang kosong juga terjadi di Pasar Lingkungan Kunciran Indah. Tapi di tempat itu masih ada meja, bangku dan rak untuk berjualan.
Kepala Seksi Kemasyarakatan Kelurahan Kunciran Indah Kurnain mengatakan, pedagang di pasar lingkungan di tempatnya masih ada 3 orang yang aktif. “Mereka itu pedagang nasi uduk, soto dan es, ” katanya.
Ia mengungkapkan, bahwa saat bulan Ramadan pasar lingkungan penuh oleh pedagang. Namun sekarang mereka balik lagi ke tempat asalnya. Ia mengharapkan, lokasi pasar lingkungan bisa dibuat menarik. Seperti bisa disediakan fasilitas internet dan lainnya.
Terpisah, Direktur Utama PD Pasar Kota Tangerang Titin Mulyati mengatakan, pemerintah setempat seperti pihak kelurahan mengimbau dan menyosialisasikan agar pedagang kecil memanfaatkan pasar lingkungan. “Lewat fasilitas ini juga untuk mengembangkan usaha mereka,”katanya.
Dirinya mengetahui sebanyak 5 titik pasar lingkungan di bangun Pemkot Tangerang di tahun 2016. Berdasarkan hasil pemantauan pihaknya memang lokasinya kurang diminati. Sebab itu pihaknya dan instansi terkait akan membuat terobosan soal itu.(setia)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *